Wamentan: Negara hadir atasi ternak terdampak bencana Sumatera

1 month ago 25

Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Pertanian Sudaryono menegaskan negara akan hadir menangani ternak yang terdampak bencana di Sumatera dengan melakukan pendataan menyeluruh sebagai langkah awal penanganan untuk pemulihan berkelanjutan bagi peternak setempat.

Dia menyampaikan Kementerian Pertanian mengidentifikasi seluruh jenis ternak terdampak meliputi ayam, sapi, dan kambing untuk memastikan kebutuhan bantuan sesuai kondisi lapangan, serta mencegah kerugian lebih besar pada wilayah bencana Sumatera terdampak luas.

"Kita identifikasi semua, ternak ayam, sapi, kambing, kita identifikasi. Ya, kita kan dari sisi peternakan, kita juga ada program yang nanti kita bantu setelah pemulihan, namanya pemulihan pascabencana gitu," kata Sudaryono dalam keterangan di Jakarta, Sabtu.

Ia menyampaikan pihaknya masih melakukan pendataan di lapangan, sementara penyaluran bantuan akan dilakukan setelah tahap penanganan kedaruratan selesai dilaksanakan secara menyeluruh.

Baca juga: Pemerintah bangun pabrik pakan dengan anggaran Rp20 triliun

Saat ini, penanganan difokuskan pada fase kedaruratan karena masyarakat terdampak masih membutuhkan bantuan kemanusiaan sebagai dasar menuju proses pemulihan pascabencana.

"Kalau sekarang ini kan masih kedaruratan jadi orang masih butuh bantuan (kedaruratan seperti logistik dan lainnya)," ujarnya.

Selanjutnya pada tahap pemulihan pascabencana pemerintah melalui Kementerian Pertanian menyiapkan program bantuan diantaranya program "Ayam Merah Putih" bagi peternak yang usahanya hancur akibat bencana alam di berbagai daerah Sumatera.

Pemerintah memastikan ketersediaan anggaran memadai untuk membiayai penanganan kedaruratan hingga pemulihan sehingga masyarakat terdampak tidak dibiarkan menghadapi bencana sendirian melainkan didampingi negara secara bertahap.

Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |