Wamenkomdigi dorong platform SLM untuk pengembangan AI

2 weeks ago 8

Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria mendorong pengembangan platform kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) model bahasa kecil (Small Language Model/SLM) guna mendukung mengembangkan inovasi AI yang relevan dengan kebutuhan sektoral.

“SLM ini penting untuk mengembangkan AI di sektor-sektor khusus. Dan kita mendorong itu dalam rangka inovasi mengembangkan solusi-solusi di sektor-sektor khusus, misalnya di kesehatan, pendidikan,” kata Wamenkomdigi Nezar, dalam temu media usai menghadiri acara AI Pre-Summit 2026 di Jakarta, Rabu.

Dalam mendorong pengembangan platform model bahasa untuk mendukung pengembangan AI, Nezar mengatakan Kementerian Komunikasi dan Digital bekerja sama dengan berbagai universitas sebagai pusat riset dan membangun AI Talent Factory.

“Sudah berjalan di Universitas Brawijaya, tahun ini kita akan expand ke ITS, lalu ke UGM, dan mungkin juga selanjutnya sejumlah kampus lain yang sudah berkomunikasi dengan Komdigi untuk mengembangkan satu project ini,” tutur dia.

Baca juga: Kemkomdigi: X pastikan Grok tidak digunakan untuk konten pornografi

Lebih lanjut, Nezar mendukung pengembangan platform kecerdasan buatan model bahasa baik Large Language Model (LLM) dan Small Language Model (SLM).

Menurut dia, kedua pendekatan ini memiliki fungsi dan keunggulan yang berbeda. LLM dirancang untuk menangani persoalan berskala luas, sementara SLM lebih fokus dan spesifik pada satu fungsi atau sektor tertentu, seperti agent AI yang lebih tajam secara vertikal untuk menjawab persoalan-persoalan sektor.

“Ini penting saya kira. SLM hanya salah satu pendekatan, selain LLM yang memang mencoba memecahkan persoalan-persoalan yang lebih luas. SLM biasanya lebih dedicated untuk satu fungsi. Kita support semuanya, baik LLM maupun SLM,” tutur dia.

Sebelumnya, Wamenkomdigi Nezar Patria mengatakan LLM telah melahirkan banyak platform yang dapat dimanfaatkan untuk menjawab pertanyaan, membuat karya audio-visual, sampai menyelesaikan berbagai macam permasalahan. Di samping itu, platform model bahasa kecil (Small Language Model/SLM) juga perlu dikembangkan.

“SLM berbeda dengan LLM, karena SLM dilatih dengan data-data spesifik dan lebih akurat dalam menjawab pertanyaan di bidang tersebut," kata Nezar.

Baca juga: Wamenkomdigi soroti bias budaya di platform AI

Baca juga: Wamenkomdigi minta platform digital hadirkan fitur cek konten AI

Baca juga: Wamenkomdigi ajak publik waspadai konten provokatif buatan AI

Pewarta: Sri Dewi Larasati
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |