Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Lingkungan Hidup (Wamen LH) Diaz Hendropriyono mengingatkan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) harus berjalan proses produksinya selaras dengan upaya mitigasi pencemaran, pengendalian food waste, dan perlindungan lingkungan hidup yang berkelanjutan.
"KLH ingin memastikan program Pak Prabowo ini benar-benar bisa berhasil, bisa memberikan gizi yang baik untuk seluruh anak bangsa tetapi juga dengan cara yang tidak merusak lingkungan, jadi saya rasa kita harus melakukan pembangunan dan dorong prinsip keberlanjutan," kata Wamen LH/Wakil Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Diaz dalam pernyataan dikonfirmasi dari Jakarta, Jumat.
Hal itu disampaikannya usai meninjau dua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Banyuanyar dan SPPG Busukan di Surakarta, Jawa Tengah, Kamis (15/1). Dalam kesempatan itu dia menyerahkan bantuan berupa masing-masing tiga unit komposter kepada kedua SPPG guna mendukung pengelolaan sampah organik agar lebih efektif dan meminimalkan sampah sisa makanan.
Peninjauan pertama dilakukan di SPPG Banyuanyar yang melayani lebih dari 3.000 penerima manfaat. Wamen LH mengapresiasi sistem pengelolaan limbah cair dan sampah organik yang sudah berjalan secara menyeluruh, termasuk pemanfaatan minyak jelantah.
Baca juga: 4.000 guru dan tenaga pendidik di Mataram sudah terima MBG
Terkait isu lingkungan yang sempat dikeluhkan warga sekitar, pihak SPPG menunjukkan respons cepat dan tepat guna dengan membangun instalasi pengolahan air limbah (IPAL) yang dilengkapi perangkap minyak, kolam resapan, tangki pengolahan aerob dan anaerob, serta filter mekanis yang menggunakan lapisan batu zeolit, pasir kasar, pasir silika, dan karbon aktif.
Di SPPG Busukan yang melayani sekitar 3.100 penerima manfaat, Diaz meninjau fasilitas yang sejauh ini telah memiliki perangkap minyak dan pengelolaan sampah organik.
Namun, untuk aspek limbah cair, SPPG Busukan saat ini masih mengandalkan fasilitas milik Pemerintah Kota. Sebagai bentuk dukungan, bantuan komposter diberikan untuk semakin memperkuat sisi hulu pengelolaan sampah.
"Ini saya kasih komposter untuk membantu pengelolaan sampah organik, tapi pengelolaan air limbahnya harus ditingkatkan," ujar Wamen.
Dia memastikan KLH/BPLH berkomitmen untuk terus mengawal agar setiap SPPG memiliki standar pengelolaan lingkungan yang seragam guna mewujudkan konsep zero waste dalam setiap program strategis nasional.
Baca juga: BGN Aceh alihkan 5,05 juta porsi MBG untuk warga terdampak bencana
Pewarta: Prisca Triferna Violleta
Editor: Sambas
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































