Puti Guntur Soekarno bagikan kisah sisi humanis Fatmawati

3 hours ago 3

Jakarta (ANTARA) - Cucu Presiden pertama RI Soekarno bersama Fatmawati, Puti Guntur Soekarno, membagikan kisah sisi humanis sang nenek yang mungkin belum diketahui banyak orang.

“Saya, Mas Romy, Mas Dade, sampai hari ini masih bisa merasakan kehangatan cinta dari Ibu Fatmawati. Cinta yang sederhana dari seorang ibu, melalui masakannya," ujar Puti dalam acara peringatan 103 tahun kelahiran Fatmawati yang digelar di Jakarta, Sabtu.

Baca juga: Provinsi Bengkulu segera wujudkan film Fatmawati Soekarno

Puti menceritakan Fatmawati gemar memasak makanan khas Bengkulu untuk anak dan cucunya.

Selain itu, kata dia, sang nenek kerap memasak rendang maupun mengulek sambal sendiri meski Soekarno sudah tiada dan anak-anaknya telah dewasa.

"Walaupun ayah saya (Guntur) sudah menikah, walaupun Pakde Guruh sudah besar, ketika kami berkumpul, pasti dengan penuh cinta kasih Ibu Fatmawati menyuapkan makanan-makanan itu ke mulut putra-putrinya. Itu juga yang kami (cucu-cucu) rasakan," kenangnya.

Pada kesempatan itu, Puti menceritakan kisah lain ketika Fatmawati menerima dua helai kain merah dan putih dari perwira Jepang pada Oktober 1944. Saat itu, Fatmawati sedang hamil tua mengandung Guntur Soekarnoputra.

Baca juga: Gubernur Jatim saksikan sejarah kemerdekaan di rumah Fatmawati

Baca juga: Ganjar Pranowo tumpangi mobil bersejarah milik Fatmawati Soekarno

"Bahan merah dan putih itu tidak ada yang tahu, bahkan Ibu Fatmawati sendiri tidak mengerti harus diapakan. Karena sedang mengandung, maka pikirannya mungkin, dari perwira yang memberikan bahan itu, ini adalah untuk dibuat popok bayi," cerita Puti.

Namun, kata Puti, naluri perjuangan Fatmawati sebagai istri seorang pejuang kemerdekaan mengubah kain tersebut menjadi simbol kedaulatan.

Tanpa bertanya apakah suaminya akan menjadi presiden atau dirinya menjadi ibu negara, Fatmawati menjahit bendera itu dengan tangan, di tengah kondisi hamil besar dan ancaman tentara Jepang.

Pewarta: Rio Feisal
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |