Denpasar (ANTARA) - Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Wakapolri) Komisaris Jendral (Komjen) Polisi Dedi Prasetyo menyoroti pentingnya inovasi menu bergizi lokal yang disesuaikan dengan selera anak-anak penerima manfaat.
“Kandungan gizi yang tinggi akan lebih bermakna jika diolah dengan rasa yang disukai anak-anak," kata Wakapolri Dedi Prasetyo saat mengunjungi SPPG Polda Bli di Jalan Plawa, Denpasar, Bali, Kamis.
Menurutnya, cita rasa merupakan jembatan penting agar anak-anak tidak hanya makan karena kebutuhan, tetapi juga karena menikmati dan menyukai makanannya.
Karena itu, lanjutnya, inovasi menu lokal bukan hanya menjaga keberagaman kuliner Indonesia, tetapi juga memastikan anak-anak makan dengan senang hati setiap hari.
Baca juga: Wakapolri soroti pentingnya inovasi menu selera anak di SPPG Polri
Wakapolri menegaskan setiap SPPG Polri harus memiliki menu khas daerah yang menjadi identitas dan simbol inovasi.
Dengan begitu, kata dia, setiap dapur bergizi Polri tidak hanya menjadi pusat distribusi pangan sehat, tetapi juga ruang edukasi tentang pentingnya gizi seimbang yang dikemas dengan cita rasa lokal.
Dalam kunjungannya tersebut Wakapolri meninjau langsung dapur, peralatan, ruang penyimpanan, serta mekanisme distribusi ompreng ke sekolah-sekolah penerima manfaat.
Wakapolri juga berdialog dengan para relawan dan tenaga dapur untuk memastikan standar keamanan pangan dan higienitas dijalankan dengan ketat, guna mencegah dampak negatif terhadap kesehatan penerima manfaat.
Baca juga: SPPG Polri distribusikan MBG perdana ke dua sekolah di Kelapa Gading
Dia menjelaskan kekhasan SPPG Polri terletak pada sistem keamanan pangan yang terintegrasi dan diawasi secara berlapis, mulai dari pemilihan bahan baku, proses pengolahan, hingga distribusi makanan, semua melalui pengawasan ahli gizi dan inspeksi rutin oleh pengawas internal Polri.
Langkah itu memastikan setiap makanan yang keluar dari dapur SPPG benar-benar aman, bergizi, dan layak konsumsi.
Selain itu, kata dia, Polri juga menanamkan nilai akuntabilitas dan transparansi dalam pengelolaan anggaran, termasuk dalam perbaikan sarana dan prasarana dapur, penyediaan air panas, pengering ompreng, serta kelayakan penyimpanan bahan pangan.
Semua diarahkan agar pelayanan publik Polri melalui SPPG tetap konsisten dan berkelanjutan.
Baca juga: Pengamat sebut Polri telah mengelola SPPG dengan maksimal
Hingga 30 Oktober 2025 Polri telah mengoperasikan 233 SPPG dari total 692 unit yang dibangun secara nasional, dengan 70 unit siap operasional dan 389 unit dalam tahap pembangunan.
Di wilayah Provinsi Bali, terdapat 10 unit SPPG di bawah pembinaan Polda Bali, terdiri atas dua unit operasional (termasuk SPPG Plawa), empat unit siap operasional (100 persen), dan empat unit dalam tahap pembangunan.
Wakapolri menegaskan MBG yang dikelola Polri bukan hanya soal menyediakan makanan, tetapi tentang membangun generasi muda yang sehat, cerdas, dan berkarakter.
Melalui inovasi menu lokal yang digemari anak-anak, Polri menghadirkan wajah humanis institusi menjaga keamanan sekaligus menyehatkan bangsa.
“Polri tidak hanya menjaga keamanan negara, tetapi juga memastikan anak-anak Indonesia tumbuh sehat dengan gizi yang cukup. Itulah bagian dari tugas mulia Polri hari ini dan ke depan,” ucap Wakapolri Dedi Prasetyo.
Baca juga: SPPG Polri di Palmerah siap beroperasi
Pewarta: Rolandus Nampu
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































