Udara Jakarta terburuk keempat di dunia pada Selasa pagi

6 days ago 24

Jakarta (ANTARA) - Kualitas udara Jakarta pada Selasa pagi, berdasarkan data situs pemantau kualitas udara IQAir pada pukul 06.30 WIB, menempati posisi terburuk keempat di dunia.

Indeks kualitas udara (AQI) kota metropolitan itu berada di angka 158, sehingga masuk ke dalam kategori tidak sehat.

Masyarakat pun dianjurkan agar menggunakan masker apabila beraktivitas di luar ruangan.

Sementara itu, kota dengan kualitas udara terburuk di dunia pada Selasa, yaitu Kuala Lumpur (Malaysia) dengan indeks kualitas udara di angka 189, urutan kedua Kinshasa (Kongo) dengan indeks kualitas udara 188, kemudian urutan ketiga Ho Chi Minh City (Vietnam) dengan indeks kualitas udara 161.

Baca juga: Tekan polusi udara, Rasuna Said-Mampang Prapatan disemprot kabut air

Di sisi lain, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menerapkan tiga strategi utama untuk memperbaiki kualitas udara.

Strategi pertama, yakni memperluas jangkauan layanan bus Transjabodetabek untuk mengurangi penggunaan kendaraan pribadi, di antaranya rute Blok M-Alam Sutera, Blok M-PIK 2, dan Blok M-Bandara Soekarno Hatta.

Kedua, yaitu menargetkan pengoperasian 10.000 bus listrik Transjakarta pada 2030, mengingat saat ini, sektor transportasi menyumbang 50 persen emisi gas buang di Jakarta

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung pun mengajak seluruh masyarakat untuk memanfaatkan layanan transportasi publik yang telah disediakan Pemprov DKI. Bahkan, Pemprov DKI telah menerbitkan aturan terkait pemberlakuan layanan transportasi umum gratis bagi 15 golongan masyarakat.

Strategi ketiga, yaitu dengan mengoptimalkan pemanfaatan fasilitas pengolahan sampah Refused Derived Fuel (RDF) di Rorotan, Jakarta Utara.

Baca juga: Kualitas udara buruk, Dinkes DKI imbau warga gunakan masker

Baca juga: Pramono imbau masyarakat tak bakar sampah untuk jaga udara Jakarta

Pewarta: Redemptus Elyonai Risky Syukur
Editor: Rr. Cornea Khairany
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |