Jakarta (ANTARA) - Turnamen Padel for Philanthropy digelar sebagai ajang olahraga yang secara khusus mengusung misi sosial untuk mendukung peningkatan literasi anak dan kualitas pendidikan guru di Indonesia.
“Jadi, kami sumbang uang untuk Credo Foundation dan uang ini dipakai membantu guru-guru mengajar anak-anak yang masih kurang," ujar panitia penyelenggara Ian Tristan Yoncer dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu.
Turnamen Padel for Philanthropy yang digelar di Let’s Go Padel Sunter, Jakarta Utara, tersebut mempertemukan para pemain padel, keluarga, dan komunitas dalam satu rangkaian acara yang memadukan olahraga dengan kepedulian sosial.
Seluruh dana yang terkumpul dari turnamen ini dialokasikan untuk mendukung program literasi melalui Credo Foundation.
Padel for Philanthropy diinisiasi dan diselenggarakan oleh para siswa kelas 10 hingga 11 dari ACS Jakarta dan Jakarta Intercultural School (JIS) yang mengikuti program Youth Academy Mycelia (YAM). Program ini merupakan kewirausahaan sosial yang mengadopsi kurikulum University of Pennsylvania (UPenn).
Ian merupakan salah satu dari delapan siswa yang terlibat aktif dalam program tersebut bersama Sean Patrick Lesmana, Austin Jackson Sim, Nayana Radhika, Clayton Matthew Surya, Jaden Atmadja, Jacelyn Atmadja, dan Alexander Boenjamin. Mereka bertanggung jawab penuh atas seluruh proses kegiatan, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan acara.
Baca juga: Padel resmi masuk daftar cabang olahraga Asian Games 2026
“Sekarang kami sudah membantu 46 ribu anak dan ini sudah ada di seratus lokasi di Indonesia. Jadi sudah lumayan besar, tetapi menurut kami masih ada banyak yang bisa kami lakukan,” kata Ian menjelaskan dampak program literasi yang telah dijalankan.
Turnamen ini menghadirkan dua rangkaian utama kegiatan, yakni Friendly Tournament yang berlangsung sepanjang hari dengan tiga kategori pertandingan, serta sesi MaBar atau sewa lapangan per jam yang terbuka untuk masyarakat umum sejak pagi hingga sore hari.
Dana hasil kegiatan Padel for Philanthropy akan digunakan untuk mengembangkan asisten pengajar berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Program ini dirancang untuk membantu guru, terutama di daerah terpencil, dalam proses pembelajaran literasi.
Panitia penyelenggara Nayana Radhika menilai antusiasme peserta menjadi indikator positif keberhasilan kegiatan tersebut. “Mereka sangat suka acara ini karena banyak dampaknya ke masyarakat kita. Kemudian acara ini juga bertujuan meningkatkan edukasi kita di Indonesia,” ujarnya.
Salah satu peserta turnamen Joyce Arta mengapresiasi inisiatif para pelajar yang memanfaatkan olahraga padel sebagai sarana penggalangan dana sosial. “Saya kira apa yang dilakukan anak-anak ini hebat sekali. Bisa memiliki inisiatif membuat acara padel untuk menggalang dana," kata Joyce.
Baca juga: Menpora inginkan Padel Indonesia miliki peta jalan menuju Olimpiade
Pewarta: Aditya Ramadhan
Editor: Junaydi Suswanto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































