Lumajang bangun pengendali lahar percepat mitigasi bencana Semeru

2 hours ago 1

Lumajang, Jawa Timur (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Lumajang membangun infrastruktur pengendali lahar untuk mempercepat mitigasi bencana Gunung Semeru.

"Pembangunan infrastruktur pengendali lahar harus dipahami sebagai investasi keselamatan jangka panjang, bukan sekadar pembangunan fisik sesaat," kata Sekretaris Daerah Kabupaten Lumajang Agus Triyono dalam keterangannya di kabupaten setempat, Sabtu.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Volcanic Disaster Risk Reduction Sector Loan (VDRRSL) Project Package S2 dan S4 yang sudah disosialisasikan kepada masyarakat sebagai bagian dari strategi penguatan tata kelola mitigasi bencana yang menempatkan keselamatan masyarakat sebagai prioritas utama.

Proyek VDRRSL dirancang untuk merespons karakteristik risiko Gunung Semeru yang bersifat berulang, progresif, dan berdampak lintas wilayah, khususnya di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Bondoyudo–Bedadung.

"Setiap infrastruktur pengendali bencana yang dibangun hari ini adalah upaya melindungi nyawa, sumber penghidupan, dan masa depan masyarakat Lumajang, sehingga proyek itu harus dilaksanakan dengan perencanaan matang, koordinasi kuat, dan dukungan penuh semua pihak," kata Agus.

Package S2 yang berlokasi di Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, difokuskan pada penguatan mitigasi di wilayah hulu DAS Bondoyudo–Bedadung yang menjadi jalur utama aliran lahar Semeru.

Melalui pembangunan dua unit bangunan pengendali sedimen (check dam/sabodam), revetmen beton sepanjang ±900 meter, serta jalan akses dan pelintas sepanjang kurang lebih 500 meter, proyek tersebut dirancang untuk mengendalikan material sedimen dan debris vulkanik dengan kapasitas tampungan mencapai sekitar 1 juta meter kubik.

Agus menjelaskan kapasitas tersebut dinilai krusial untuk mereduksi daya rusak aliran lahar sebelum mencapai kawasan permukiman dan lahan produktif di wilayah hilir.

Namun, pemerintah setempat juga menggarisbawahi bahwa pelaksanaan proyek tersebut tidak bisa dilepaskan dari realitas sosial di lapangan, khususnya keberadaan aktivitas penambangan pasir rakyat yang selama ini menjadi tumpuan ekonomi masyarakat setempat.

"Mitigasi bencana harus berjalan seiring dengan pengelolaan sosial. Koordinasi lintas sektor mutlak diperlukan agar pembangunan tetap tertib, aman, dan tidak menimbulkan konflik di tengah masyarakat," katanya.

Sementara itu, Package S4 yang berada di Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, menyasar wilayah tengah hingga hilir DAS Bondoyudo–Bedadung yang memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap banjir lahar dan sedimentasi.

"Lingkup pekerjaan meliputi pembangunan satu unit consolidation dam, enam ruas tanggul pengarah aliran dengan total panjang sekitar 2.500 meter, serta penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK) secara ketat," ujarnya.

Dengan kapasitas tampungan sedimen sekitar kurang lebih 0,34 juta meter kubik, Package S4 diharapkan mampu meningkatkan perlindungan kawasan Candipuro, sekaligus memperkuat ketahanan infrastruktur dan aktivitas sosial ekonomi masyarakat yang selama ini terdampak langsung oleh bencana hidrometeorologi dan vulkanik Semeru.

"Keberhasilan Proyek VDRRSL tidak hanya diukur dari selesainya pembangunan fisik, tetapi dari sejauh mana proyek itu mampu menurunkan risiko bencana, memperkuat kesiapsiagaan wilayah, serta membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya mitigasi yang terencana dan berkelanjutan," katanya.

Pemkab Lumajang berharap terbangun komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan Proyek VDRRSL Package S2 dan S4 berjalan tepat waktu, akuntabel, dan memberikan manfaat nyata bagi keselamatan masyarakat serta keberlanjutan pembangunan Lumajang di kawasan rawan bencana.

Pewarta: Zumrotun Solichah
Editor: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |