Tren fesyen di tahun 2026 menurut para desainer India

1 month ago 12

Jakarta (ANTARA) - Setelah bertahun-tahun mengikuti tren, logo yang mencolok dan estetika yang sekilas terlihat, pada tahun ini pakaian yang dihadirkan diharapkan dapat menyampaikan banyak hal dengan detail yang lebih sedikit.

“Orang-orang mencari daya tahan dan pembelian yang matang. Produknya harus fantastis, dan pemikiran serta konsep di baliknya harus sama meyakinkannya dalam hal kualitas," kata Desainer Nachiket Barve dalam siaran Hindustan Times pada Senin (5/1).

Barve menyoroti telah terjadi pergeseran tren fesyen di mana saat ini banyak orang mencari pakaian yang serbaguna dan mengutamakan kualitas.

Baca juga: Kemenperin sebut industri fesyen tunjukkan tren positif

Misalnya, jaket bisa dikenakan secara terpisah atau rok panjang bersulam asal India (lehenga).

Tren lain yang ia sebutkan yakni usia menentukan pilihan produk yang akan dibeli. Orang-orang yang berusia lebih tua memilih pakaian yang lebih modis, menyukai warna, siluet yang lebih berani, dan detail yang ekspresif.

Sementara itu, pembeli yang lebih muda, terutama gen Z cenderung memilih pilihan yang lebih konservatif dan tradisional. Mereka lebih menyukai potongan klasik, palet warna netral, dan siluet yang sederhana.

Baca juga: Tren thrift & preloved, cara simple tampil keren dan ramah lingkungan

Desainer Payal Jain justru menilai digitalisasi akan memengaruhi perjalanan industri mode tahun ini.

“Tren fesyen digital dan alat-alat yang didukung AI tampaknya berada di garis depan, karena merek-merek bereksperimen di media sosial dan e-commerce, memadukan lemari pakaian fisik dan virtual,” kata Jain.

Jain menambahkan bahwa industri akan bergerak menciptakan pakaian-pakaian tanpa musim, netral gender, anti-fit, dan serbaguna.

Baca juga: Pakaian olahraga serbaguna dinilai masih diminati konsumen

"Merek fesyen lambat yang berorientasi pada cerita dan kerajinan tangan semakin disukai daripada fesyen cepat meskipun biayanya lebih tinggi dan kehadiran medianya lebih besar, dengan pergeseran nilai yang lebih dalam daripada tren yang berlalu," ucapnya.

Desainer Shruti Sancheti menggambarkan tahun 2026 sebagai tahun yang ditandai dengan pengendalian diri dan keanggunan.

Sejak akhir tahun 2025, industri fesyen telah bergeser dari promosi yang mencolok dan pernyataan yang sarat logo menuju keanggunan yang berorientasi pada kerajinan.

Baca juga: 13 produk fesyen pria yang akan menjadi tren di 2025

Warna cloud dancer yang diprediksi jadi tren tahun ini akan sempurna menggambarkan ketenangan, halus dan abadi.

“Di saat orang-orang lelah dan mencari ketenangan, mode di tahun 2026 akan tentang pengendalian diri, penyempurnaan, dan kembali pada keanggunan. Kurang akan benar-benar lebih baik,” tambahnya.

Baca juga: Membeli status berkelas dari baju bekas

Penerjemah: Hreeloita Dharma Shanti
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |