Transjakarta akui ada gap antara jumlah penumpang dan infrastruktur 

2 weeks ago 8

Jakarta (ANTARA) - PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) mengakui saat ini masih ada kesenjangan (gap) antara jumlah penumpang dan infrastruktur layanan sehingga perlu adanya langkah untuk mengatasinya.

Direktur Utama PT Transjakarta, Welfizon Yuza dalam “Dialog Refleksi 21 Tahun Transjakarta” di Jakarta, Senin menyebutkan jaringan Transjakarta hingga Desember 2025 sudah mencakup 92,4 persen, sementara jumlah penumpang harian baru mencapai sekitar 1,4 juta orang per hari.

Dia menyebutkan penduduk DKI Jakarta berjumlah sekira 10-11 juta, belum ditambah Jabodetabek, namun pengguna transportasi publik baru sekira 22-25 persen.

"Ada gap yang cukup besar, infrastruktur kita 92,4 persen tetapi yang menggunakan baru pada kisaran 22-25 persen. kesenjangan ini menjadi pekerjaan rumah bukan saja Transjakarta tetapi berbagai pihak lainnya," ujarnya.

Oleh karena itu, kata dia, salah satu upaya yang bisa dilakukan yakni melalui promosi atau iklan.

"Selama ini persepsi yang ada, yang boleh iklan hanya swasta. Kami mulai mengubah, komunikasinya lebih agresif, sehingga kita harus mengkomunikasikan naik transportasi publik lebih cepat, lebih murah, lebih terjangkau," ujar Welfizon.

Di sisi lain, menurut dia, dampak transportasi umum terhadap lingkungan juga turut dipromosikan, misalnya dikaitkan dengan keberlanjutan.

"Hasil hitungan kami dengan WRI Indonesia, setiap perjalanan yang pindah dari mobil pribadi, pindah menggunakan Transjakarta itu emisinya turunnya 94 persen per perjalanan per orang," kata Welfizon.

Adapun jaringan Transjakarta yang sudah mencakup 92,4 persen wilayah DKI berarti setiap orang di Jakarta berjalan kaki 5-10 menit ke arah manapun, sebanyak 9 dari 10 orang akan menemukan layanan Transjakarta baik itu pemberhentian bus maupun halte.

"Tapi yang menjadi problem saat ini adalah yang menggunakan Transjakarta. Meskipun setelah pandemi (COVID-19) ada peningkatan sudah cukup signifikan, sebenarnya potensi masih banyak," kata Welfizon.

Baca juga: 22 tahun beroperasi, Transjakarta layani 1,4 juta orang setiap hari

Baca juga: Ini usulan pakar agar Transjakarta bisa gratis untuk warga Jakarta

Baca juga: Pramono tegaskan belum tetapkan kenaikan tarif Transjakarta

Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Laode Masrafi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |