Tony Wenas mengaku tersentuh saat hadir di tengah korban gempa NTT

2 weeks ago 8

Jakarta (ANTARA) - Presiden Direktur PT Freeport Indonesia (PTFI) Tony Wenas mengaku tersentuh dan merasa emosional melihat langsung kondisi para penyintas gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) lantaran teringat musibah besar yang pernah menimpa perusahaannya.

"Satu tahun yang lalu kami juga mengalami musibah, tanggal 8 September ada longsoran material basah 800.000 ton yang menenggelamkan tambang bawah tanah kita. Kami harus berhenti produksi 27 hari untuk mencari tujuh orang karyawan kami," kata Tony kepada ANTARA selepas menyerahkan bantuan korban gempa di Desa Cunca Wulang, Kecamatan Mbeliling, Kabupaten Manggarai Barat, Selasa.

Tony menceritakan mereka mengerahkan semua upaya terbaik, namun tidak mudah untuk melaksanakan penyelamatan-evakuasi para korban dalam peristiwa longsor tersebut di bawah tekanan waktu dan ragam teknis lapangan.

Hingga akhirnya setelah lebih dari dua pekan berlalu ketujuh pekerja itu berhasil ditemukan, namun peristiwa tersebut masih melekat dalam ingatan mereka sehingga hal itulah yang membuat perusahaannya bisa merasakan kepedihan warga NTT yang kehilangan harta benda maupun anggota keluarga.

Baca juga: PTFI kirim tim tanggap darurat dan bantuan Rp2,5 miliar ke NTT

"Jadi kami bisa merasakan bagaimana pedihnya kejadian yang terjadi di sini, yang tidak hanya mengorbankan harta benda tetapi juga ada jiwa-jiwa yang harus terpanggil," tuturnya.

Berangkat dari keterikatan emosional dan solidaritas tersebut, PTFI menerjunkan Tim Tanggap Darurat berisi dokter, paramedis, dan rescuer terbaik mereka dari Timika, Papua.

Tim tersebut selama bertugas pada 22-29 Agustus 2026 di Manggarai Timur telah merawat sekitar 500 pasien, membantu evakuasi, hingga memberikan pendampingan trauma healing bagi anak-anak.

Selain bantuan medis, PTFI menyalurkan paket logistik kemanusiaan senilai total Rp2,5 miliar yang dihimpun dari dana perusahaan dan donasi karyawan melalui skema double match.

Baca juga: Manggarai Barat optimalkan fasilitas medis layani 9.000 pengungsi

PTFI bermitra dengan Human Initiative (HI) dan Palang Merah Indonesia (PMI) untuk mendistribusikan tenda, bedding kits, hygiene kits, sembako, pembangunan lima unit hunian sementara (huntara), serta pendirian empat sekolah darurat.

Tony menegaskan bahwa pengalaman melewati masa-masa sulit pascabencana menguatkan komitmen PTFI untuk terus mengawal penanganan gempa NTT, tidak hanya pada fase tanggap darurat tetapi hingga tahap pemulihan menyeluruh.

"Dukungan bagi warga NTT tidak berhenti pada fase tanggap darurat semata, melainkan berlanjut hingga tahap pemulihan dengan melibatkan kolaborasi lebih banyak pihak," kata dia.

Dukungan penanganan darurat-pemulihan pascabencana patut menjadi perhatian mengingat besarnya damak gempa bumi 7,7 magnitudo yang mengguncang Pulau Flores, NTT, 15 Agustus 2026 itu.

Baca juga: Pemprov Jateng kirim bantuan sandang pangan untuk korban gempa NTT

Pewarta: M. Riezko Bima Elko Prasetyo
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |