Medan (ANTARA) - Satgas Penanggulangan Bencana Alam Kodam I/Bukit Barisan (BB) memulihkan aktivitas belajar dua sekolah yang berada di Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara (Sumut), pasca-bencana di wilayah tersebut.
"Dua sekolah itu yakni SMP Santu Fransiskus dan SMA ST. Fransiskus," ujar Kapendam I/BB Kolonel Inf Asrul Kurniawan Harahap di Medan, Jumat.
Dengan selesainya kegiatan pembersihan tersebut, kata dia, dua sekolah kini kembali dapat digunakan secara normal untuk kegiatan belajar mengajar.
Baca juga: TNI targetkan pembangunan jembatan gantung di Tukka rampung Februari
Lebih lanjut ia mengatakan bahwa kehadiran Satgas Penanggulangan Bencana Alam (Gulbencal) merupakan bentuk komitmen TNI AD dalam membantu percepatan pemulihan sarana pendidikan pasca-bencana demi keamanan dan kenyamanan para siswa.
"TNI akan terus hadir membantu masyarakat, termasuk memastikan sekolah dan fasilitas umum lainnya dapat segera difungsikan kembali agar aktivitas warga, khususnya pendidikan berjalan normal,” katanya.
Kapendam mengatakan pembersihan di SMP Santu Fransiskus dilakukan personel Kodim 0211/TT bersama Yon TP 905.
"Fokus pembersihan ruang kelas, halaman sekolah, perlengkapan belajar, kamar mandi, pagar, serta melakukan pengecatan ruangan guru dan kelas," ucapnya.
Baca juga: Prajurit TNI bersihkan lumpur yang rendam sekolah di Tukka
Sementara pembersihan sisa material bencana di SMA Fransiskus dilakukan oleh Babinsa Kodim 0211/TT bersama personel Yon TP 905/TS dengan pembersihan ruang belajar, dapur asrama, ruang makan, kamar tidur, teras, serta meja dan kursi sekolah.
"Ditambah dengan pengecatan ruangan, pembersihan kamar mandi dan parit, serta perataan tanah di halaman menggunakan alat berat," katanya.
Asrul mengatakan berbagai peralatan manual hingga alat berat dikerahkan guna mempercepat proses pemulihan, sehingga seluruh fasilitas pendidikan dapat kembali bersih, aman, dan layak digunakan.
Baca juga: TNI kerahkan mobil pemadam pulihkan lingkungan di Tapanuli Tengah
Pewarta: M. Sahbainy Nasution
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































