Medan (ANTARA) - Satuan Tugas Penanggulangan Bencana Alam (Gulbencal) Kodam I/Bukit Barisan menggunakan helikopter percepat penyaluran kebutuhan pokok di Desa Lobu Singkam, Kecamatan Sipoholon, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara (Sumut).
"Penyaluran kebutuhan pokok itu menggunakan helikopter bell yang berhasil mendarat dengan aman di titik pendaratan desa setempat," ujar ujar Kapendam I/Bukit Barisan Kolonel Inf Asrul Kurniawan Harahap di Medan, Sabtu.
Asrul mengatakan bantuan kebutuhan pokok itu antara lain berupa beras, minyak goreng, dan mi instan, yang diangkut melalui jalur udara dari Bandara Silangit sebagai upaya percepatan penanganan bencana, khususnya untuk menjangkau wilayah yang sulit diakses melalui jalur darat.
Baca juga: BNPB: Relokasi korban longsor Tapanuli Utara utamakan keamanan warga
Lebih lanjut ia mengatakan penggunaan helikopter dinilai efektif untuk memastikan bantuan dapat tiba tepat waktu dan dalam kondisi aman.
"Penyaluran bantuan itu diharapkan dapat meringankan beban masyarakat serta membantu pemulihan kondisi kehidupan warga pasca-bencana," ucapnya.
Ia mengatakan kehadiran TNI dalam penyaluran logistik ini merupakan bentuk komitmen dalam mendukung upaya kemanusiaan dan penanggulangan bencana di wilayah Sumatera Utara.
Baca juga: BNPB: Pembukaan jalan terdampak longsor di Taput rampung tiga hari
"Diharapkan kehadiran TNI juga untuk masyarakat dapat memberikan rasa aman dan mempercepat proses pemulihan kehidupan warga terdampak bencana," kata Kapendam Bukit Barisan Asrul Kurniawan Harahap.
Ia mengatakan pihaknya akan terus mendukung penanganan bencana di wilayah terdampak hingga seluruh akses kembali normal.
Kodam I/Bukit Barisan dan jajaran, lanjut dia, berkomitmen terus hadir membantu masyarakat terdampak bencana melalui berbagai cara, baik jalur udara maupun darat.
Baca juga: BNPB intensifkan pemulihan Tapanuli Utara termasuk jaringan listrik
Pewarta: M. Sahbainy Nasution
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































