TNI AL bangun DMC untuk latih kemampuan prajurit di atas kapal

6 days ago 2

Jakarta (ANTARA) - TNI AL membangun gedung Damage Control Simulation (DCS) untuk dipakai sebagai tempat latihan para prajurit TNI AL dalam menangani situasi darurat di dalam kapal perang Republik Indonesia (KRI).

Peresmian gedung DCS ini dihadiri Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali yang dilakukan di gedung Kolat Koarmada I di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kamis.

Ali saat memberikan kata sambutan dalam acara peresmian itu menjelaskan DCS tersebut dibuat menyerupai bagian dari badan KRI yang bisa dimasuki prajurit.

Alat tersebut dapat mensimulasikan kondisi darurat yang dapat terjadi di dalam KRI seperti kebakaran, terkena serangan hingga penangan perbaikan jika kapal mengalami kerusakan.

Melalui alat tersebut, kata Ali, prajurit dilatih untuk melakukan langkah-langkah penanganan darurat agar kerusakan KRI tetap bisa diminimalisir.

"Latihan penyelamatan kapal, penanggulangan kebakaran dan kebocoran maupun bahaya nuklir, biologi dan kimia yang sering disebut Nubika yang merupakan yang merupakan latihan berkategori resiko," ujar Ali.

Ali mengatakan alat ini tidak hanya dapat dipakai untuk memperkuat kemampuan personel TNI AL saja, melainkan bisa digunakan untuk meningkatkan keahlian personel dari instansi lain di bidang kemaritiman.

"Alat ini bisa dimanfaatkan untuk perkuat diplomasi atau menggalang unsur-unsur maritim lainnya untuk bisa berlatih di sini seperti Bakamla, KKP mungkin, kemudian Bea Cukai, dan Polair, silahkan saja untuk membina hubungan yang baik antara satuan-satuan maritim," ujarnya.

Dengan adanya alat ini, Ali berharap kemampuan prajurit dalam mengoperasikan KRI semakin meningkat demi maksimalnya upaya penjagaan laut Indonesia.

Baca juga: TNI AL kerahkan KRI REM-331 untuk latihan simulasi perang di laut

Baca juga: Rayakan HUT-79, TNI AL gelar simulasi operasi militer di teluk Jakarta

Baca juga: TNI AL perkuat doktrin operasi amfibi lewat latihan simulasi taktik

Pewarta: Walda Marison
Editor: Laode Masrafi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |