Polisi selidiki ledakan oven di SPPG Krajan Banyumas

2 hours ago 1

Banyumas (ANTARA) - Kepolisian Resor Kota Banyumas menyelidiki peristiwa ledakan oven di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Krajan, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Kamis, yang mengakibatkan puluhan relawan mengalami luka ringan.

Selain meminta keterangan dari saksi, Tim Inafis Polresta Banyumas didampingi personel Kepolisian Sektor (Polsek) Pekuncen juga melakukan olah tempat kejadian perkara di SPPG Desa Krajan, Kecamatan Pekuncen, Banyumas.

Ditemui di sela olah TKP, Kepala Polsek Pekuncen Ajun Komisaris Polisi Slamet Husein mengatakan personel Polsek Pekuncen langsung mendatangi lokasi kejadian setelah menerima laporan adanya suara ledakan keras dari area SPPG.

"Setelah mendapatkan informasi adanya suara keras, anggota langsung melakukan pengecekan ke lokasi dan memang ditemukan adanya kejadian ledakan," katanya menjelaskan.

Ia mengatakan berdasarkan hasil pemeriksaan awal, ledakan diduga berasal dari oven atau alat pengering yang digunakan dalam kegiatan persiapan dapur SPPG.

"Alat tersebut diduga mengalami panas berlebih hingga akhirnya meledak," katanya.

Menurut dia, peristiwa ledakan itu tidak menyebabkan korban jiwa. Namun, sekitar 22 orang dilaporkan mengalami luka ringan akibat pecahan kaca maupun benturan benda lain di sekitar lokasi kejadian.

"Sebagian besar korban sudah diperbolehkan pulang setelah mendapat penanganan medis. Saat ini tinggal dua orang yang masih menjalani pemeriksaan lanjutan, satu mengalami luka pada kaki dan satu diduga luka bakar ringan," katanya.

Sementara itu, Kepala SPPG Desa Krajan Elvin Subekti mengatakan dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) itu belum beroperasi secara resmi.

Menurut dia, kegiatan yang berlangsung saat kejadian merupakan uji coba dan persiapan operasional.

"SPPG ini belum operasional dan belum melayani pendistribusian makanan. Kegiatan hari ini merupakan trial bersih-bersih dapur untuk persiapan operasional yang direncanakan pada tanggal 9 Februari," katanya.

Ia mengatakan kegiatan tersebut melibatkan seluruh sukarelawan dari berbagai divisi, seperti divisi memasak, pencucian ompreng, kebersihan, keamanan, serta asisten lapangan.

Menurut Elvin, para sukarelawan mulai beraktivitas sejak pukul 09.00 WIB dan ledakan terjadi sekitar pukul 10.40 WIB saat proses pengeringan ompreng menggunakan oven pada hari ketiga uji coba.

Pada dua hari sebelumnya, oven telah digunakan dan berfungsi normal. Akibat ledakan tersebut, sebanyak 10 orang sempat dibawa ke puskesmas untuk mendapatkan perawatan medis.

"Dari jumlah tersebut, delapan orang mengalami luka ringan akibat serpihan kaca, sementara dua orang dirujuk ke rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut," kata Elvin.

Kepala Desa Krajan Muflichudin mengatakan suara ledakan dari dapur MBG tersebut terdengar sangat keras hingga memicu kepanikan warga di sekitar lokasi.

Bahkan, ledakan itu juga terdengar oleh warga yang berada pada radius satu kilometer dari lokasi kejadian.

"Kebetulan di sekitar lokasi ada kegiatan posyandu dengan pelayanan kesehatan. Saat terdengar suara ledakan yang sangat keras, warga langsung berlarian ke luar rumah," katanya.

Menurut dia, sebagian warga sempat mengira suara tersebut berasal dari trafo listrik maupun aktivitas lain sebelum diketahui berasal dari area SPPG.

Ia memastikan kondisi lingkungan Desa Krajan saat ini telah kembali kondusif.

"Seluruh korban juga telah mendapatkan penanganan medis sesuai kebutuhan. Dua korban yang dirujuk ke rumah sakit, yakni Asiyati dan Siti Marlina, warga Krajan," katanya.

Pewarta: Sumarwoto
Editor: Didik Kusbiantoro
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |