Jakarta (ANTARA) - Staf Khusus Presiden Bidang UMKM dan Teknologi Digital Tiar Karbala resmi meluncurkan Indonesia Football 7 Federation (IF7F) sebagai langkah penguatan kelembagaan dan pengembangan Football 7 Indonesia menuju level internasional.
Peluncuran dilakukan dalam acara Kick Off 2026 di Jakarta, Minggu (22/2) malam.
Dalam sambutannya, Tiar menegaskan bahwa pembentukan IF7F bukan sekadar menghadirkan organisasi baru, melainkan menjadi fondasi percepatan pengembangan Football 7 secara nasional.
“Hari ini kita tidak hanya meluncurkan sebuah organisasi, tetapi membangun rumah besar bagi Football 7 Indonesia agar mampu berdiri sejajar di level internasional,” kata Tiar dikutip dari keterangan tertulis.
Sebagai otoritas resmi, IF7F akan mengoordinasikan standardisasi kompetisi nasional, pengembangan wasit dan perangkat pertandingan, pembinaan tim nasional, serta ekspansi dan kerja sama internasional.
Peluncuran federasi tersebut diawali dengan penyelenggaraan Minisoccer Super League (MSL) Awards 2025 yang memberikan apresiasi kepada pelaku ekosistem Football 7, mulai dari pemain, pelatih, pengelola klub, hingga komunitas pendukung.
Baca juga: Uni Papua gaungkan Football for Peace di perbatasan Thailand--Myanmar
Ketua Umum MSL Lutpi Ginanjar mengatakan penghargaan tersebut merupakan bentuk pengakuan atas kontribusi komunitas dalam mengembangkan Football 7 hingga menjadi gerakan nasional.
“MSL Awards bukan sekadar seremoni. Ini adalah penghormatan bagi mereka yang membangun Football 7 dari akar komunitas hingga menjadi gerakan nasional,” ujarnya.
Dalam dua tahun terakhir, ekosistem yang dikembangkan MSL disebut telah melibatkan lebih dari 232.000 pemain di berbagai kota di Indonesia. Pertumbuhan tersebut dinilai membutuhkan struktur federasi yang lebih kuat dan terintegrasi.
Secara strategis, pembentukan IF7F juga berkaitan dengan partisipasi Indonesia dalam kualifikasi Intercontinental Cup menuju Piala Dunia Football 7 yang akan digelar di Italia pada 2026. Keikutsertaan ini akan menjadi debut Indonesia di level elite Football 7 dunia.
Selain aspek prestasi, Tiar menilai pengembangan Football 7 memiliki dampak ekonomi yang luas, terutama bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Menurut dia, pertumbuhan ekosistem olahraga tersebut mendorong perputaran ekonomi di sektor perlengkapan olahraga, penyedia fasilitas lapangan, penyelenggara acara, serta industri kreatif dan digital.
Baca juga: Wapres beri wejangan atlet sepak bola Papua yang akan TC di Austria
Pewarta: A Rauf Andar Adipati
Editor: Eka Arifa Rusqiyati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































