Jakarta (ANTARA) - Tenaga Ahli Menteri ESDM Satya Hangga Yudha Widya Putra menekankan pentingnya implementasi Keputusan Presiden Nomor 1 Tahun 2025 tentang Satgas Hilirisasi dan Ketahanan Energi Nasional untuk mempercepat kolaborasi lintas sektoral dan menyelesaikan hambatan regulasi.
Menurut dia, dalam keterangannya di Jakarta, Minggu, pemerintah sepenuhnya mendukung kesuksesan Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025-2034 dan program pengurangan bahan bakar diesel untuk mengurangi ketergantungan pada impor BBM.
"Kunci utama dari kemandirian energi adalah sinergi antara keekonomian, keamanan pasokan, dan pelestarian lingkungan, di mana setiap langkah transisi energi harus dipastikan murah dan kompetitif sehingga dapat dirasakan manfaatnya secara nyata oleh seluruh rakyat Indonesia," katanya saat kunjungan kerjanya ke PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Barat di Bandung, Jabar, Jumat (16/1/2026).
Menurut dia, sinergi subsektor ketenagalistrikan di Jawa Barat turut menjaga ketahanan energi dan mengawal transisi nasional.
Baca juga: PLN implementasikan VR untuk jelajah perkembangan EBT Jatim
Hangga mengatakan, tujuan kunjungan kerja ini adalah dalam rangka melakukan pengawasan terhadap seluruh rantai pasok energi nasional, mulai dari hulu migas, kilang, hingga hilir kelistrikan guna memastikan keselarasan dengan visi Astacita nomor 2 dan nomor 5.
"Kunjungan di fasilitas PLN ini bertujuan untuk melakukan analisis mendalam mengenai efisiensi layanan masyarakat dan kesiapan infrastruktur digital dalam mendukung kemandirian energi nasional yang menjadi prioritas Presiden, Wakil Presiden, dan Menteri ESDM," jelasnya.
Fokus utama peninjauan dilakukan pada Unit Pelaksana Pengatur Distribusi (UP2D) Jawa Barat, yang berfungsi sebagai pusat kendali untuk memantau stabilitas frekuensi dan beban listrik secara terpusat selama 24 jam penuh.
UP2D berperan vital dalam menjaga keandalan listrik, melakukan monitoring kondisi teknis di lapangan, hingga memberikan respons cepat terhadap gangguan melalui integrasi teknologi smart grid.
Baca juga: Rosan sebut EBT hingga waste to energy sektor potensial di 2026
Keberadaan ruang kontrol ini memastikan bahwa dinamika permintaan energi dari sektor industri besar di kawasan Cikarang dan Karawang, Jabar, serta kebutuhan transportasi berbasis listrik, dapat terakomodasi dengan aman dan efisien tanpa mengganggu stabilitas sistem secara keseluruhan.
PLN UID Jawa Barat merupakan pengelola sistem kelistrikan dengan basis pelanggan terbesar di Indonesia, melayani lebih dari 18,1 juta pelanggan dengan total daya tersambung mencapai 35.686 MVA.
Sebagai provinsi dengan pertumbuhan ekonomi dan energi tertinggi, wilayah ini didukung oleh infrastruktur distribusi yang masif, menjadikan Jawa Barat sebagai sistem kelistrikan paling kompleks di tanah air.
Dengan realisasi bauran energi baru dan terbarukan (EBT) yang menyentuh angka 33 persen, Jawa Barat juga menjadi tulang punggung nasional dalam mengawal target transisi energi menuju masa depan yang berkelanjutan.
Baca juga: Pertamina NRE gandeng perusahaan China untuk proyek transisi energi
Senior Manager Komunikasi dan Umum PLN UID Jawa Barat Krisantus H Setyawan mengatakan, UP2D memiliki tanggung jawab besar dalam memonitoring listrik dan respons kondisi teknis di lapangan, terutama dalam menghadapi dinamika permintaan dari sektor industri dan transportasi di pusat pertumbuhan ekonomi baru.
PLN terus bertransformasi mengikuti arah kebijakan transisi energi nasional melalui penguatan infrastruktur digital, sistem kontrol jaringan, hingga integrasi teknologi demi efisiensi energi yang sejalan dengan program pemerintah.
Pewarta: Kelik Dewanto
Editor: Abdul Hakim Muhiddin
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































