Tekan konflik satwa-warga, Balai TNWK pulihkan 1,286 hektare ekosistem

2 weeks ago 10
Jika kebutuhan pakan dan ruang jelajah gajah terpenuhi di dalam hutan, maka dorongan satwa untuk keluar menuju area aktivitas manusia dapat ditekan secara alami

Bandarlampung (ANTARA) - Balai Taman Nasional Way Kambas (TNWK) Lampung telah melakukan pemulihan ekosistem di wilayah konservasi tersebut mencapai 1.286,84 hektare selama periode 2021-2024 sebagai upaya mengurangi interaksi negatif satwa liar dengan masyarakat desa penyangga.

"Balai Taman Nasional Way Kambas menyadari bahwa pembatasan fisik saja tidak akan optimal mengurangi adanya interaksi negatif antara satwa liar dengan masyarakat, tanpa perbaikan kualitas habitat bagi satwa," ujar Kepala Balai TNWK MHD Zaidi dalam keterangan di Bandarlampung, Senin.

Oleh karena itu, kata dia, sepanjang tahun 2021 hingga 2024 Balai TNWK telah melakukan pemulihan ekosistem seluas 1.286,84 hektare.

Baca juga: Desa penyangga TNWK inisiasi program adopsi sarang burung liar

"Pemulihan itu mencakup penanaman vegetasi ekosistem daratan, mangrove, serta penyediaan pakan untuk gajah serta badak," ucap dia.

Dia menjelaskan pengkayaan jenis pakan dan reforestasi di wilayah konservasi satwa dilindungi tersebut pun harus terus diperluas.

"Jika kebutuhan pakan dan ruang jelajah gajah terpenuhi di dalam hutan, maka dorongan satwa untuk keluar menuju area aktivitas manusia dapat ditekan secara alami," katanya.

Baca juga: Taman Nasional Way Kambas kelola wisata dengan pola interkoneksi

​Menurut dia, implementasi strategi besar tersebut membutuhkan dukungan pembiayaan yang signifikan dan berkelanjutan. Balai TNWK pun mendorong skema pembiayaan lintas sektor yang melibatkan pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, lembaga non-pemerintah, serta mitra pembangunan lainnya.

​"Konservasi gajah dan mitigasi konflik adalah tanggung jawab bersama. Dengan kolaborasi multi-pihak yang kuat serta pendekatan berbasis sains, kami optimis konflik gajah dapat ditekan dan keberlanjutan ekosistem Taman Nasional Way Kambas dapat terus terjaga," tambahnya.

Ia menegaskan mitigasi konflik saat ini tidak lagi dapat bertumpu pada satu pendekatan parsial, melainkan membutuhkan strategi terpadu yang menggabungkan penguatan infrastruktur fisik dan pemulihan ekologis habitat secara berkelanjutan.

Baca juga: Pakar ingatkan dampak spesies invasif untuk ekosistem taman nasional

Pewarta: Ruth Intan Sozometa Kanafi
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |