Tekan inflasi, Jakarta terima 3.100 ekor sapi impor dari Australia

3 hours ago 3

Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menerima impor sapi dari Australia sebanyak 3.100 ekor sebagai upaya mencegah kenaikan harga daging di pasaran.

“Pada hari ini, secara resmi, Pemerintah DKI Jakarta melalui Dharma Jaya mengimpor sapi dari Australia, yang per hari ini sudah masuk kurang lebih 3.100 dari 7.500 yang direncanakan,” kata Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat dijumpai di Dermaga 101 Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin.

Dia mengatakan apabila nantinya Jakarta masih membutuhkan stok tambahan daging sapi, maka pihaknya akan kembali mengimpor daging sapi.

Total kuota yang didapatkan Jakarta, yaitu sebanyak 7.500 ekor sapi Australia.

Pramono pun mengaku bersyukur karena setelah 28 tahun, Jakarta dipercaya untuk mengimpor langsung sapi dari Australia.

Dia optimistis impor sapi dari Australia tersebut dapat memenuhi kebutuhan daging di Jakarta, khususnya pada momen Ramadhan hingga Idul Fitri mendatang.

“Itu terjadi juga karena kita dengan Australia di beberapa kota itu ada kerja sama yang disebut dengan kerja sama Sister City. Maka dengan adanya sapi dari Australia ini, saya meyakini dapat memenuhi kebutuhan daging, terutama untuk di Jakarta,” ujar Pramono.

Tak hanya itu, dia juga berharap upaya tersebut dapat benar-benar menjaga harga daging sapi tetap stabil dan terhindar dari inflasi.

Baca juga: Harga daging sapi diprediksi naik hingga 15 persen jelang Ramadhan

Sebelumnya, Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta mencatat kenaikan harga daging sapi di pasaran secara eceran sekitar tujuh hingga 15 persen, dengan harga mencapai Rp150.000 per kilogram (kg).

Kepala Dinas KPKP DKI Jakarta Hasudungan Sidabalok mengatakan kenaikan harga itu dipicu tingginya harga sapi hidup di tingkat produsen yang melampaui kesepakatan Badan Pangan Nasional (Bapanas).

Untuk menekan harga dan menjaga daya beli masyarakat, lanjut dia, Pemprov DKI mengambil sejumlah langkah.

Dia juga memastikan operasional Rumah Potong Hewan (RPH) tetap berjalan normal tanpa tambahan biaya pemeriksaan.

Selain itu, Perumda Dharma Jaya turut menyalurkan sapi hidup dengan harga lebih murah, yakni Rp54.000 per kg berat hidup untuk menekan harga pasar.

Pemprov DKI Jakarta juga menyediakan daging sapi bersubsidi seharga Rp35.000 per kg bagi sekitar satu juta warga penerima manfaat.

Sementara itu, melalui program Gerakan Pasar Murah, daging sapi dijual dengan harga Rp109.000 hingga Rp139.000 per kg di berbagai lokasi.

Hasudungan menuturkan pemerintah pusat telah menyepakati penurunan harga sapi hidup menjadi Rp55.000 per kg sejak 22 Januari 2026.

“Kami optimistis harga daging sapi di pasaran akan kembali stabil dalam waktu dekat, terutama menjelang Idul Fitri,” ungkap Hasudungan.

Baca juga: Dharma Jaya pastikan stok daging sapi dan ayam aman jelang Ramadhan

Baca juga: Dharma Jaya pastikan harga daging sapi terjangkau

Pewarta: Lifia Mawaddah Putri
Editor: Rr. Cornea Khairany
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |