Taruna TNI bersihkan sisa lumpur dan hibur siswa SDN Tualang Cut Aceh

1 week ago 12
Saat ini kami membawa Taruna kurang lebih 80 orang untuk melaksanakan pembersihan di SD 1 Tualang Cut, agar SD ini segera pulih dan digunakan untuk aktif belajar kembali

Aceh Tamiang, Aceh (ANTARA) - Taruna Akademi TNI membersihkan endapan lumpur, sekaligus menghibur siswa SD Negeri 1 Tualang Cut di Kabupaten Aceh Tamiang, sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat guna membantu pemulihan wilayah pascabencana banjir di wilayah itu.

"Saat ini kami membawa Taruna kurang lebih 80 orang untuk melaksanakan pembersihan di SD 1 Tualang Cut, agar SD ini segera pulih dan digunakan untuk aktif belajar kembali," kata Komandan Kompi C Satlat Hiu Kapten Sus Ponimin ditemui ANTARA di Aceh Tamiang, Senin (26/1).

Dia menyebutkan puluhan taruna yang diterjunkan gabungan dari Akademi Militer (Akmil), Akademi Angkatan Laut (AAL), Akademi Angkatan Udara (AAU), Universitas Pertahanan (Unhan), hingga Taruna dari Politeknik Siber dan Sandi Negara (Poltek SSN).

Para taruna bahu-membahu membersihkan endapan lumpur yang mengeras di halaman depan sekolah itu, mengangkut material menggunakan arco agar area sekolah kembali aman digunakan siswa.

Fokus pembersihan diarahkan pada halaman sekolah, sehingga ruang bermain dan aktivitas luar siswa dapat segera difungsikan kembali pascapemulihan lingkungan sekolah.

Baca juga: Kemendikdasmen dukung pembersihan sekolah di Aceh Tamiang

Komandan Kompi C Satlat Hiu Kapten Sus Ponimin menjawab pertanyaan ANTARA di Aceh Tamiang, Senin (26/1/2026). ANTARA/Harianto


Selain area luar, para taruna menyasar ruang-ruang kelas dengan membersihkan jendela dan fasilitas belajar menggunakan kain basah, guna mempercepat normalisasi proses belajar mengajar yang sempat terganggu bencana.

Di sela kegiatan, para taruna juga berinteraksi dengan siswa, memberi motivasi, menyapa hangat, hingga bermain bola dan juggling bersama, sebagai upaya menciptakan suasana ceria di tengah pemulihan sekolah pascabanjir.

Ponimin menjelaskan penugasan taruna berlangsung sekitar satu bulan dengan target pembersihan sekolah hingga 13 Februari 2026, sesuai rencana pemulihan pendidikan setempat pascabanjir Aceh Tamiang secara bertahap.

"Sudah tiga hari kita di SD ini membersihkan, mengangkat lumpur-lumpur yang tertimbun, yang tertumpuk, yang sudah ada di belakang saya seperti yang dikerjakan anak-anak kita, adik-adik taruna kita," katanya.

Sejumlah Taruna Akademi TNI membersihkan endapan lumpur di halaman SD Negeri 1 Tualang Cut di Kabupaten Aceh Tamiang, Senin (26/1/2026). ANTARA/Harianto

Sebelum ditempatkan di sekolah itu, lanjut Ponimin, taruna telah diterjunkan ke berbagai titik terdampak, termasuk masjid, rumah warga, fasilitas ibadah, dan lingkungan desa lainnya di Aceh Tamiang.

"Sebelum kerja pertama kami apel jam 8 pagi, kemudian kita pergerakan ke sini (SDN Tualang Cut Aceh), kita mulai jam 9 pagi. Kemudian Ishoma jam 12 siang. Kemudian kita lanjutkan lagi jam 1.30 siang sampai dengan jam 3.30 sore, baru kita kembali ke homebase kembali di Yonif 111 Batalyon," bebernya.

Meski pembersihan berlangsung bersamaan dengan aktivitas belajar sementara, mobilitas taruna tidak terganggu dan seluruh personel tetap bekerja sepenuh hati.

Baca juga: Trauma healing anak warnai pemulihan pascabencana di Aceh Tamiang

Seorang taruna membersihkan jendela ruang kelas di SD Negeri 1 Tualang Cut di Kabupaten Aceh Tamiang, Senin (26/1/2026). ANTARA/Harianto

Menurut Ponimin keterlibatan taruna merupakan atensi langsung pimpinan TNI sebagai wujud komitmen membantu masyarakat Aceh bangkit dari dampak bencana banjir besar yang melanda wilayah Aceh Tamiang.

Dengan dukungan lintas akademi dan semangat pengabdian Satlat Hiu, dia berharap SDN 1 Tualang Cut segera pulih dan kegiatan belajar kembali normal pascabencana banjir.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SDN 1 Tualang Cut, Eva Yanti mengaku bersyukur adanya bantuan berbagai pihak dalam pembersihan lumpur yang mengendap di halaman sekolah yang ia pimpin

Dia menyebutkan jumlah siswa SDN 1 Tualang Cut tercatat sebanyak 324 orang, namun belum seluruhnya kembali masuk sekolah karena sebagian masih mengungsi ke luar daerah akibat rumah mereka hancur total.

Eva menuturkan, kondisi sekolah saat banjir sangat parah dengan lumpur setinggi betis memenuhi area sekolah, merusak ruang kelas, perabot, serta peralatan elektronik di kantor.

Baca juga: Warga Aceh Tamiang senang tempati huntara

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SDN 1 Tualang Cut, Eva Yanti menjawab pertanyaan ANTARA di sekolah tersebut di Aceh Tamiang, Senin (26/1/2026). ANTARA/Harianto

Lebih lanjut dia mengatakan pembersihan sekolah sebelumnya juga melibatkan berbagai pihak, mulai dari mahasiswa, TNI, Polri, hingga Brimob, sementara proses belajar kini telah berjalan sekitar 75 persen dan terus diupayakan optimal.

Saat ini proses pembelajaran saat ini lebih difokuskan pada trauma healing bagi siswa, dengan mengajak anak-anak menceritakan kembali pengalaman banjir sembari mengambil hikmah dari peristiwa tersebut.

“Pembelajaran tetap kami selipkan, namun tidak penuh seperti biasa, agar anak-anak bisa perlahan pulih secara psikologis,” kata Eva.

Dia menambahkan jam belajar siswa juga disesuaikan selama masa pemulihan, yakni mulai pukul 07.30 WIB hingga 11.00 WIB, sementara siswa kelas satu dipulangkan lebih awal sekitar setengah jam. Kebijakan itu merupakan arahan dari Dinas Pendidikan Aceh Tamiang.

Baca juga: Kemenhan pasang 60 instalasi penjernih air siap minum di Aceh Tamiang

Sejumlah siswa SDN 1 Tualang Cut duduk di lantai dalam proses belajar mengajar usai bencana banjir di Aceh Tamiang, Senin (26/1/2026). ANTARA/Harianto

Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |