Taman Nasional Way Kambas lakukan penguatan infrastruktur pengamanan

2 weeks ago 10

Bandarlampung (ANTARA) - Balai Taman Nasional Way Kambas (TNWK) melakukan penguatan infrastruktur pengaman di kawasan taman nasional guna mencegah adanya interaksi negatif satwa liar dengan masyarakat di desa penyangga.

"Balai Taman Nasional Way Kambas (TNWK) terus mengintensifkan upaya penanganan konflik antara gajah liar dan manusia di wilayah penyangga," ujar Kepala Balai Taman Nasional Way Kambas MHD Zaidi berdasarkan keterangannya di Bandarlampung, Senin.

Ia mengatakan interaksi negatif antara satwa liar dan aktivitas manusia masih menjadi tantangan serius dalam pengelolaan kawasan konservasi. Hingga saat ini, Balai Taman Nasional Way Kambas telah menempuh berbagai langkah taktis di lapangan, dan pendekatan struktural menjadi salah satu prioritas ke depan.

"Kami mengapresiasi keberadaan tanggul sepanjang 12 kilometer di sisi utara yang dibangun oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), yang kondisinya masih kokoh. Namun urgensi pembangunan infrastruktur tambahan di titik-titik krusial lainnya untuk mencegah satwa keluar kawasan perlu dilakukan," katanya.

Dia menjelaskan pihaknya pun berencana melakukan penguatan infrastruktur pengamanan kawasan tersebut meliputi melakukan pembangunan tanggul dan kanal sepanjang 11 kilometer di wilayah perbatasan Kecamatan Way Jepara yang kerap terjadi konflik.

Baca juga: Tekan konflik satwa-warga, Balai TNWK pulihkan 1,286 hektare ekosistem

Kemudian melakukan pembangunan pagar pengaman sepanjang 18 kilometer yang membentang dari Muara Jaya hingga Margahayu. Pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) sepanjang 21 kilometer pada titik-titik rawan lintasan gajah dari batas utara hingga selatan Taman Nasional Way Kambas. Serta pembuatan pembatas permanen di batas alam sungai yakni di area Way Pegadungan, Way Seputih, dan Sungai Kuala Penet dengan total panjang keseluruhan mencapai 60 kilometer.

​"Infrastruktur ini berfungsi vital sebagai pembatas alami atau barrier, agar pergerakan gajah tetap terkonsentrasi di dalam kawasan konservasi dan meminimalisir potensi masuk ke lahan masyarakat," tambahnya.

Ia melanjutkan untuk mengurangi interaksi negatif antara satwa liar dengan masyarakat desa penyangga, telah dilakukan juga patroli intensif di wilayah rawan. Kemudian pemasangan GPS Collar pada kelompok gajah liar untuk pemantauan pergerakan, serta pemanfaatan gajah jinak untuk memblokade dan menggiring gajah liar kembali ke habitat alaminya.

​"Dalam pelaksanaan pengamanan kawasan juga diperkuat melalui sinergi dengan Masyarakat Mitra Polhut (MMP), mitra Taman Nasional Way Kambas, serta unsur TNI dan Polri. Koordinasi lintas sektoral dengan pemerintah daerah dan masyarakat terus ditingkatkan guna merespons laporan konflik secara cepat dan terukur," ujar dia.

Baca juga: Menhut: NTSP upaya lestarikan keanekaragaman hayati di TNWK

Pewarta: Ruth Intan Sozometa Kanafi
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |