Kabupaten Solok (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) mengalokasikan anggaran sebesar Rp2 miliar untuk memperbaiki irigasi yang selama ini mengaliri 5.500 hektare (ha) sawah di Kabupaten Solok.
"Untuk penanganan jangka panjang, tahun ini Pemerintah Provinsi Sumbar telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp2 miliar melalui Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA), guna pembenahan saluran irigasi di Kabupaten Solok," kata Gubernur Sumbar Mahyeldi di Kabupaten Solok.
Eks Wali Kota Padang tersebut menyampaikan anggaran Rp2 miliar tersebut akan digunakan untuk memperbaiki irigasi di Nagari (desa) Banda Gadang, Koto Guguak, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok.
Saluran irigasi ini tergolong vital dan penting karena menjadi urat nadi areal persawahan petani. Apalagi Kabupaten Solok merupakan salah satu sentra penghasil padi terbaik di Ranah Minang.
Baca juga: TNI AD terus bangun jembatan di wilayah terkena bencana di Sumbar
Selain mengalokasikan anggaran Rp2 miliar, Gubernur mengatakan juga sudah meminta bantuan dukungan dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) Bank Nagari untuk memperbaiki hulu irigasi.
"Untuk penanganan permanen kita sudah alokasikan Rp2 miliar melalui Dinas PSDA Provinsi, sedangkan pembenahan Kapalo Banda kita minta dukungan CSR Bank Nagari," sebut Mahyeldi.
Pemerintah bersama pemangku kepentingan terkait berupaya mempercepat perbaikan irigasi menyusul sedimen lumpur yang menumpuk di sepanjang irigasi akibat banjir bandang dan tanah longsor pada akhir November 2025.
Dengan lumpur yang menumpuk itu, menurut dia, berimbas pada pasokan air bagi lahan persawahan di lima nagari yakni Nagari Kotogaek Guguak, Kotogadang Guguak, Jawi-Jawi Guguak, Talang dan Cupak menjadi terganggu.
Pewarta: Muhammad Zulfikar
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































