Jakarta (ANTARA) - Orang yang sukses pada bidang tertentu selama ini kerap dianggap karena bakat yang dimilikinya sudah terlihat dan diasah sejak dini.
Penelitian baru-baru ini justru menentang anggapan umum bahwa identifikasi dan konsentrasi bakat sejak dini dibutuhkan agar seseorang kelak spesialis di bidang tertentu.
Seperti dilansir Science Daily, hasil penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Science itu menunjukkan bahwa talenta muda harus diberi kesempatan untuk mencoba beberapa bidang minat sekaligus menerima dukungan setidaknya dalam dua atau tiga disiplin ilmu.
Sebaliknya, penelitian yang dilakukan oleh tim peneliti internasional dan lintas disiplin dari berbagai universitas dunia itu menunjukkan bahwa spesialisasi dini dalam satu bidang tertentu sebaiknya dihindari.
Temuan itu diperoleh setelah para peneliti menganalisis sejarah perkembangan hampir 35.000 individu dengan prestasi tinggi di berbagai bidang, seperti sains, musik, catur, dan olahraga.
Penelitian yang dipimpin oleh Arne Güllich, profesor ilmu olahraga dari Rheinland-Pfälzische Technische Universität Kaiserslautern-Landau di Jerman, itu menemukan orang-orang yang akhirnya menjadi juara dunia biasanya bukan anak yang paling menonjol sejak kecil.
Selain itu, para individu yang mencapai puncak prestasi dunia sering kali bertumbuh secara bertahap dan tidak langsung menjadi yang paling menonjol di kelompok usianya.
Temuan tersebut juga menunjukkan bahwa calon individu berprestasi kelas dunia biasanya tidak langsung fokus mengkhususkan diri pada satu bidang sejak awal.
Baca juga: Kemkomdigi: PP Tunas ciptakan ekosistem aman sesuai perkembangan anak
Mereka juga banyak menghabiskan waktu di masa muda untuk mencoba berbagai kegiatan, seperti beragam mata pelajaran, aliran musik, cabang olahraga, atau pilihan profesi, sebelum menemukan bidang yang paling sesuai.
Para peneliti membeberkan sejumlah alasan yang mungkin menjelaskan temuan dengan pola yang muncul secara konsisten di berbagai disiplin tersebut.
Pertama, melalui eksplorasi yang luas maka seseorang memiliki peluang lebih besar untuk menemukan bidang yang paling sesuai dengan minat dan kemampuannya.
Kedua, belajar dalam berbagai bidang dapat memperkuat kemampuan belajar seseorang secara keseluruhan sehingga mereka lebih siap untuk berkembang ketika menekuni satu bidang tertentu.
Ketiga, pengalaman dalam menjalani berbagai bidang dapat membantu mengurangi risiko hambatan, seperti kelelahan berlebihan (burnout), ketidakseimbangan antara kerja dan istirahat, hilangnya motivasi, hingga cedera fisik, khususnya pada keterampilan fisik dan motorik seperti olahraga dan musik.
Para peneliti memandang temuan tersebut seharusnya menjadi dasar perubahan dalam merancang program pengembangan bakat dalam mencetak individu berprestasi kelas dunia.
"Hal ini dapat meningkatkan peluang untuk pengembangan para pelaku kelas dunia, di bidang sains, olahraga, musik, dan bidang lainnya," kata Arne Güllich menyimpulkan.
Baca juga: Pengasuh TPA berperan deteksi dini gangguan perkembangan anak
Baca juga: Kenali gejala anemia yang pengaruhi perkembangan saraf dan otak anak
Pewarta: Melalusa Susthira Khalida
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































