Stafsus Wapres ajak tak saling curiga menyikapi kasus Andrie Yunus

1 week ago 12
"Penting pula untuk menghilangkan rasa saling curiga, khususnya antara pemerintah dan kalangan masyarakat sipil yang selama ini menjalankan fungsi kritik sebagai bagian sah dari kehidupan demokrasi,"

Jakarta (ANTARA) - Staf Khusus Wakil Presiden Suwardi mengajak untuk tidak saling curiga, khususnya antara pemerintah dan masyarakat sipil dalam menyikapi peristiwa penyiraman yang diduga air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus.

"Penting pula untuk menghilangkan rasa saling curiga, khususnya antara pemerintah dan kalangan masyarakat sipil yang selama ini menjalankan fungsi kritik sebagai bagian sah dari kehidupan demokrasi," kata Suwardi dalam keterangan tertulis yang diterima, Minggu.

Dia menyebut hubungan antara pemerintah dan masyarakat sipil perlu dibangun di atas prinsip saling menghormati, keterbukaan, serta komitmen bersama terhadap supremasi hukum.

Menurut dia, proses pengusutan yang cepat, menyeluruh, dan transparan menjadi penting mengingat tudingan dan kecurigaan publik dapat dengan mudah diarahkan kepada pemerintah sebagai penyelenggara negara.

"Tudingan dan kecurigaan publik sangat mudah diarahkan kepada pemerintah sebagai penyelenggara negara. Karena itu, pengusutan cepat, menyeluruh, dan transparan menjadi sangat penting," ucapnya.

Suwardi juga menyampaikan perintah Presiden Prabowo Subianto kepada aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas peristiwa tersebut secara transparan perlu diwujudkan melalui penyelidikan dan penyidikan yang profesional, akuntabel, serta terbuka kepada publik agar kepercayaan masyarakat dapat terjaga.

Suwardi menilai penyiraman cairan kimia berbahaya terhadap Andrie Yunus merupakan tindakan pengecut yang tidak dapat dibenarkan dalam negara hukum dan demokrasi. Peristiwa ini disebutnya bukan hanya merupakan bentuk kekerasan semata, namun juga menjadi ancaman serius terhadap rasa aman warga serta kepercayaan publik.

"Saya mengutuk keras peristiwa tersebut karena kekerasan semacam ini berpotensi menimbulkan kekhawatiran serta memicu rasa saling curiga di tengah masyarakat," kata Suwardi.

Sementara itu, Staf Khusus Wakil Presiden Nico Harjanto menyampaikan simpati kepada korban, keluarga, dan jajaran KontraS atas peristiwa tersebut.

Dia mendorong agar korban mendapatkan perawatan medis terbaik hingga pulih tanpa kendala biaya serta menekankan fokus penanganan saat ini pada pemulihan korban dan pengungkapan pelaku sesuai perintah Presiden Prabowo kepada Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo.

"Saya minta aparat penegak hukum untuk bertindak tegas dan cepat, tunjukkan bahwa hukum di Indonesia hadir untuk melindungi seluruh warga dan menghadirkan rasa aman untuk kita semua," kata Nico.

Selain itu, Nico juga meminta lembaga terkait memperketat pengawasan terhadap peredaran air keras dan bahan berbahaya lainnya yang kerap digunakan dalam tindak kejahatan seperti tawuran dan serangan kepada warga yang tidak bersalah.

"Saya berharap kejadian tragis yang dialami Mas Andrie adalah yang terakhir," pungkasnya.

Diketahui, Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus menjadi korban penyerangan oleh orang tidak dikenal yang menyiramkan air keras hingga mengakibatkan luka pada bagian tangan dan kaki serta gangguan pada penglihatan.

Peristiwa tersebut terjadi sesaat setelah Andrie selesai melakukan rekaman siniar di Kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) yang membahas topik militerisme dan uji materi Undang-Undang TNI.

Berdasarkan informasi awal yang dihimpun, korban pada Kamis (12/3) malam sekitar pukul 23.37 WIB tengah mengendarai sepeda motor di Jalan Salemba I, Jakarta Pusat.

Dua orang pelaku yang menggunakan sepeda motor kemudian mendekati korban dan menyiramkan air keras sebelum melarikan diri.

Akibat serangan tersebut korban mengalami luka bakar pada sekitar 24 persen bagian tubuh dan langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis darurat, terutama pada bagian mata yang terkena cairan tersebut.

Baca juga: Stafsus Wapres tekankan demokrasi sehat terhadap kasus aktivis KontraS

Baca juga: Stafsus Wapres: Kasus penyiraman air keras Andrie Yunus diusut tuntas

Baca juga: Stafsus Wapres: Insiden mobil MBG jadi bahan introspeksi nasional

Pewarta: Fathur Rochman
Editor: Agus Setiawan
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |