Dentuman Suapan Cinta Di Pagerungan Kecil Sumenep
Sumenep (ANTARA) - SKK Migas-Kangean Energy Indonesia (KEI) bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) melaksanakan program Sumenep Asupan Pangan Ceria Indah Merata (Suapan Cinta) di Desa Pagerungan Kecil dan Pagerungan Besar.
Kolaborasi ini sengaja digagas untuk menegaskan peran Pemkab Sumenep dengan KEI bersama Stakeholder dalam mendukung penanganan stunting di Kabupaten Sumenep, dan secara Khusus di wilayah kerja Kangean Energy Indonesia.
Diketahui, bahwa program penanganan Stunting berupa Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dan Susu Balita ini, telah berjalan sejak tahun 2023 di Wilayah kerja Kangean Energy Indonesia, untuk tahun 2024 bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB). Untuk tahun 2025 dikolaborasikan dengan DPMD Sumenep berupa suapan cinta.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Sumenep, Anwar Syahroni Yusuf, menjelaskan, bahwa misi tersebut merupakan wujud sinergi multi pihak untuk menekan jumlah stunting di Kepulauan sebagai sasaran.
Anwar menjelaskan, dalam program suapan cinta, ada edukasi, Pemberian Makanan Tambahan (PMT) kepada balita, serta pemberian susu Balita dan Ibu Hamil.
"Realisasi suapan cinta. Kami DPMD, SKK Migas-KEI dan Pemdes Pagerungan Besar serta Pagerungan Kecil merupakan ikhtiar bersama dalam menekan angka stunting di Kabupaten Sumenep," kata Anwar. Rabu (14/1/2025).
Ia optimis, dengan strategi suapan cinta, maka pendakatan dalam penanganan stunting bisa tepat dan menyentuh.
"Kami tidak hanya menyerahkan PMT dan Susu Balita dan Ibu Hamil, tapi juga memberikan edukasi secara lagsung, dengan begitu bisa kami yakini ada sentuhan psikis untuk memotivasi mereka," ujarnya.
Sementara, Kepala Desa Pagerungan Kecil, Halilurahman, mengaku terbantu dengan adanya gerakan turun langsung dari Pemkab Sumenep dan KEI.
"Selama ini, memang hanya penyerahan langsung, tanpa ada sosialisasi secara langsung dengan sasaran program. Oleh karena itu, kami berterima kasih kepada DPMD, SKK Migas dan KEI, telah memilih pulau kami sebagai pembuka awal suapan cinta," kata Halilurahman. Kamis (15/1/2025).
Meski demikian, ia berharap kepada semua pihak untuk bersama-sama memberi dukungan terkait misi mulia ini, "Sehingga stunting tidak ada lagi di Pulau kami," imbuhnya.
Di samping itu, Manager PGA Kangean Energy Indonesia, Kampoi Naibaho, turut optimis dalam mensukseskan kolaborasi penanganan stunting yang dikemas dengan suapan cinta di Pagerungan Kecil dan Besar.
Ia menilai, pendekatan tersebut sangat relevan dengan kondisi masyarakat di wilayah kerja. Bahkan, kata Kampoi, pihaknya akan ikut andil memantau pendampingan PMT dan Pemberian susu balita dan ibu hamil.
"Kami optimis mas, pendekatan yang dilakukan sangat bernilai, karena kami juga berdialog langsung dengan warga sasaran, kader posyandu serta tenaga kesehatan yang bertugas," ungkapnya.
Kampoi berharap, sinergi mulai dengan suapan cinta, dapat terus berlanjut hingga mencapai target.
"Ayo sama-sama kita dukung program ini, sehingga keberadaan pemerintah dan KEI memiliki dampak baik untuk kita semua," pungkas Kampoi.
Pewarta: PR Wire
Editor: PR Wire
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































