Siswa SDN 1 Tualang Cut antusias nikmati air minum RO Kemenhan-Unhan

1 week ago 7

Aceh Tamiang, Aceh (ANTARA) - Para siswa SDN 1 Tualang Cut, Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh antusias menikmati air minum hasil teknologi Reverse Osmosis (RO) bantuan Kementerian Pertahanan (Kemhan) bersama Universitas Pertahanan (Unhan) di tengah pemulihan pasca-banjir.

Mutazam, salah satu siswa kelas IV sekolah itu, kepada ANTARA di Aceh Tamiang, Senin, mengaku senang karena kini bisa minum air bersih secara langsung di sekolah.

"Rasanya enak, tidak berbau," katanya.

Hal serupa dirasakan siswa Ahza Mukaramussalim yang menyebut air RO terlihat jernih dan nyaman diminum setelah beraktivitas belajar.

Muhammad Vais yang juga siswa kelas IV, mengatakan kehadiran air minum RO membantu, terutama setelah banjir, karena tidak perlu membawa air dari rumah dan bisa langsung minum saat haus.

Sejumlah siswa SDN 1 Tualang Cut di Kabupaten Aceh Tamiang mengambil air minum hasil teknologi Reverse Osmosis (RO) bantuan Kementerian Pertahanan (Kemhan) bersama Universitas Pertahanan (Unhan) di tengah pemulihan pascabanjir di Aceh Tamiang, Senin (26/1/2026). ANTARA/Harianto

Ahmad Alpi Raisi yang juga duduk di bangku kelas IV sekolah itu, menilai air minum RO terasa segar dan bersih, sehingga ia dan teman-temannya meminum air itu.

"Mudah ambil, tinggal keran di putar, tadah pakai air gelas, kemudian bisa diminum," katanya.

Melisa, guru SDN 1 Tualang Cut, mengatakan sekolah bersyukur mendapat bantuan RO dari Kemenhan dan Unhan, mengingat sekolah masih terdampak parah bencana dan memiliki 324 siswa aktif.

Dia mengatakan air RO dibutuhkan karena akses air bersih masih terbatas, sedangkan aktivitas belajar telah kembali berjalan meski belum optimal, dengan siswa belajar di lantai akibat kerusakan fasilitas.

Ia menjelaskan sejak 5 Januari 2026 kegiatan belajar mengajar kembali dibuka secara terbatas, hanya dua jam sehari, menyesuaikan kondisi sekolah yang masih kotor dan belum sepenuhnya layak.

"Ini sangat bermanfaat, airnya sudah bersih sudah bisa kita minum secara langsung tadi kan? Rasanya juga sama seperti air-air RO yang ada di luar. Jadi karena kan di sekitar sini tuh belum banyak yang beroperasi usaha RO-nya," kata Melisa.

Melisa guru SDN 1 Tualang Cut menjawab pertanyaan ANTARA di Aceh Tamiang, Minggu (25/1/2026). ANTARA/Harianto

Sebagai operator RO, Melisa ditunjuk karena tinggal di lingkungan sekolah sehingga memudahkan pengawasan, sedangkan pengelolaan alat dibatasi hanya pada petugas tertentu demi keamanan dan keberlanjutan.

"Jadi dengan adanya ini, kami selaku warga dan juga guru, udah nggak kesulitan, nggak terlalu jauh juga. Tinggal nanti ambil ke mari udah bisa. Dan anak-anak juga udah disarankan untuk bawa tumbler dari rumah, jadi tinggal diambil secukupnya," katanya.

Kementerian Pertahanan (Kemhan) bersama Universitas Pertahanan (Unhan) memasang 60 unit instalasi penjernih air siap minum melalui RO di sejumlah layanan fasilitas umum wilayah Kabupaten Aceh Tamiang, termasuk SDN 1 Tualang Cut.

"Unhan sebagai think-tank-nya pertahanan sudah mendesain sustainable tentang kebutuhan air bersih di saat bencana. Inilah memang salah satu karya anak bangsa untuk membantu wilayah yang terkena dampak bencana," kata Komandan Satuan Tugas Air Bersih di Wilayah Aceh Tamiang sekaligus Kepala Program Studi (Kaprodi) Informatika Unhan Kolonel Infanteri Adam Mardamsyah ditemui ANTARA di Aceh Tamiang, Minggu (25/1).

Dosen Program Studi Fisika Fakultas MIPA Militer Unhan Diyan Parwatiningtyas sekaligus peneliti instalasi RO itu, menjelaskan teknologi RO bekerja memurnikan air melalui filtrasi dan tekanan tinggi sehingga menghasilkan air bebas bakteri dan virus, sekaligus menjaga parameter penting seperti pH netral, salinitas nol, dan total zat terlarut sesuai standar konsumsi.

"Jadi pada dasarnya reverse osmosis itu adalah pembalikan suatu nilai air, bagaimana kita mengembalikan esensi air itu menjadi jernih, menjadi murni lagi melalui beberapa teknik," ujarnya.

Sejumlah siswa SDN 1 Tualang Cut di Kabupaten Aceh Tamiang mengambil air minum hasil teknologi Reverse Osmosis (RO) bantuan Kementerian Pertahanan (Kemhan) bersama Universitas Pertahanan (Unhan) di tengah pemulihan pascabanjir di Aceh Tamiang, Senin (26/1/2026). ANTARA/Harianto

Baca juga: 200 peserta didik KKP jadi relawan bencana di Aceh

Baca juga: Relawan PMI bersihkan sumur warga terdampak banjir di Aceh Utara

Baca juga: Dosen Itera petakan sumber air bersih di Aceh setelah bencana ​​​​​​​

Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: M. Hari Atmoko
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |