Sekjen ASEAN dorong diversifikasi untuk perkuat ketahanan ekonomi

1 week ago 5

Jakarta (ANTARA) - Sekretaris Jenderal ASEAN Kao Kim Hourn mendorong negara-negara anggotanya memperkuat ketahanan ekonomi melalui diversifikasi, peningkatan kapasitas cadangan, dan penguatan kapasitas regional untuk menghadapi berbagai guncangan.

Berbicara saat menyampaikan pidato kunci pada ASEAN Think Tanks Summit ke-3 di Sekretariat ASEAN di Jakarta, Senin, Sekjen Kao mengatakan langkah tersebut diperlukan untuk membuat saling ketergantungan antarnegara menjadi lebih aman, bukan justru menguranginya.

“Tugasnya bukan untuk mengurangi saling ketergantungan, melainkan membuatnya lebih aman melalui diversifikasi, kapasitas cadangan, penguatan kapasitas regional, serta kemampuan yang lebih besar untuk menyerap dan pulih dari guncangan,” katanya.

Menurut Kao, kemakmuran ASEAN selama ini dibangun di atas keterbukaan, integrasi, saling ketergantungan yang mendalam, dan keterlibatan. Karena itu, upaya memperkuat ketahanan tidak seharusnya dilakukan dengan menarik diri dari keterhubungan ekonomi yang telah terbangun.

Ia mengatakan diversifikasi pemasok dan pembangunan kapasitas cadangan memang dapat menimbulkan biaya karena berpotensi mengurangi efisiensi. Namun, ASEAN perlu menentukan kerentanan yang tidak dapat dibiarkan terbuka.

“Tantangannya adalah menentukan kerentanan mana yang tidak dapat dibiarkan terbuka oleh ASEAN, dan di mana aksi regional dapat menanganinya secara lebih efektif dibandingkan negara-negara yang bertindak sendiri,” ujarnya.

Kao menilai penguatan ketahanan juga perlu dilakukan dengan melihat keterkaitan antara keamanan energi, ketahanan pangan, dan keberlanjutan karena gangguan di satu bidang dapat berdampak pada bidang lainnya.

“Gangguan di satu bidang dapat merambat ke bidang lainnya, dengan konsekuensi terhadap daya saing ekonomi, stabilitas sosial, dan kemampuan ASEAN menghadapi guncangan eksternal,” katanya.

Ia menyebut ASEAN telah memiliki sejumlah inisiatif untuk memperkuat ketahanan, antara lain ASEAN Power Grid, Trans-ASEAN Gas Pipeline, ASEAN Petroleum Security Agreement, AHA Centre, dan ASEAN Plus Three Emergency Rice Reserve.

Menurut dia, agenda Konektivitas ASEAN dapat membantu menghubungkan berbagai upaya tersebut, terutama ketika infrastruktur energi, transportasi, dan digital semakin saling bergantung dan terhubung.

“Urgensi saat ini terletak pada peralihan dari kerangka kerja menuju hasil nyata: energi yang lebih andal, rantai pasok yang lebih tangguh, kesiapsiagaan yang lebih baik dalam menghadapi guncangan eksternal, serta peluang ekonomi yang lebih kuat bagi masyarakat dan dunia usaha ASEAN,” ucap dia.

Baca juga: Filipina tegaskan prioritas ASEAN dalam KTT BRICS di New Delhi

Baca juga: ASEAN perluas kemitraan ekonomi hadapi dinamika global

Pewarta: Kuntum Khaira Riswan
Editor: Primayanti
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |