Sekjen ASEAN dorong agar manfaat AI menjangkau UMKM dan negara kecil

1 week ago 9

Jakarta (ANTARA) - ASEAN menilai manfaat kecerdasan buatan (AI) dan teknologi baru harus dapat dirasakan secara luas, terutama oleh usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pekerja, serta negara-negara dengan perekonomian lebih kecil.

Berbicara saat menyampaikan pidato kunci pada ASEAN Think Tanks Summit ke-3 di Sekretariat ASEAN di Jakarta, Senin, Sekjen Kao mengatakan AI akan membentuk tahap berikutnya dari transformasi ekonomi ASEAN, namun nilainya akan bergantung dari besarnya manfaat yang dibagikan termasuk UMKM.

“Manfaat teknologi tersebut pada akhirnya akan bergantung pada seberapa luas manfaatnya dapat dirasakan terutama oleh usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), yang tetap menjadi tulang punggung perekonomian dan sumber penting lapangan kerja, dan mata pencaharian,” katanya.

Ia mengatakan ASEAN telah membangun fondasi bagi transformasi tersebut melalui ASEAN Digital Masterplan, ASEAN Digital Economy Framework Agreement (DEFA) yang akan segera ditandatangani, serta ASEAN Guide on AI Governance and Ethics.

Menurut dia, infrastruktur digital, konektivitas, dan pengaturan yang mengatur arus data lintas batas telah memungkinkan terciptanya ekonomi digital regional yang lebih terintegrasi.

Namun, Sekjen Kao menekankan tantangan yang lebih sulit adalah memastikan integrasi tidak berjalan lebih cepat daripada inklusi, sehingga perusahaan, pekerja, dan perekonomian di seluruh ASEAN memiliki kapasitas untuk berpartisipasi dan bersaing secara adil.

Menurut dia, manfaat AI dan digitalisasi tidak akan diterima secara merata oleh semua negara, sektor, perusahaan, maupun pekerja. Oleh sebab itu ia menyatakan bahwa distribusi manfaat dan biaya penyesuaian akibat perubahan teknologi perlu mendapat perhatian lebih besar.

“Perbedaan dalam infrastruktur digital, keterampilan, akses terhadap modal, data, dan kemampuan teknologi dapat memperkuat kesenjangan yang sudah ada kecuali ditangani secara sengaja,” ujar Kao.

Ia mempertanyakan bagaimana UMKM, pekerja, dan negara-negara dengan perekonomian lebih kecil dapat mengadopsi dan memperoleh manfaat dari AI, serta bagaimana ASEAN dapat memastikan peningkatan produktivitas dibagikan secara luas.

Lebih lanjut, Kao juga menyoroti perlunya ASEAN mengelola risiko perubahan teknologi yang cepat tanpa menghambat inovasi.

“Ini bukan hanya pertanyaan mengenai kebijakan digital. Hal ini menyentuh inti Visi Komunitas ASEAN 2045, yakni ASEAN yang inovatif dan kompetitif, sekaligus tetap inklusif dan berpusat pada masyarakat,” katanya.

Ia mengatakan tujuan ASEAN seharusnya bukan sekadar membangun ASEAN yang lebih digital, melainkan memastikan kemajuan teknologi juga mendorong konvergensi ekonomi dan kohesi sosial.

Baca juga: ASEAN perlu jaga ekosistem digital inklusif hadapi persaingan global

Baca juga: ASEAN-China kaji kerja sama AI di 2027

Pewarta: Kuntum Khaira Riswan
Editor: Primayanti
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |