SBY undang siswa Lemhannas belajar di Museum dan Galeri SBY*ANI 

3 hours ago 3

Jakarta (ANTARA) - Presiden ke-6 Indonesia Susilo Bambang Yudhono (SBY) mengundang peserta didik Lembaga Pertahanan Nasional (Lemhannas) datang ke Museum dan Galeri SBY*ANI untuk mempelajari perkembangan perekonomian yang terjadi pada masa dirinya menjabat sebagai presiden.

"Pak gubernur kalau punya waktu diizinkan, saya punya museum di Pacitan, Presidential Museum. Pertama kali di Asia, silahkan dilihat," kata SBY saat memberikan kuliah umum di kantor Lemhannas, Jakarta Pusat, Senin.

SBY menjelaskan di museum itu banyak data valid dari dalam maupun lembaga luar negeri yang mencatat perkembangan perekonomian Indonesia sejak 2004 sampai 2014.

Presiden RI ke-6 ini menyebut pada 2004 Indonesia hanya mencatat pendapatan perkapita 1.200 dolar AS. Kemudian, pada 2014 naik menjadi 3.760 dolar atau naik 350 persen.

Baca juga: SBY resmikan Museum dan Galeri SBY*ANI di Pacitan

Meningkatnya pendapatan perkapita tersebut, kata SBY, menunjukkan adanya perubahan kebijakan dan langkah politik strategis yang berpengaruh pada pertumbuhan perekonomian.

Menurut SBY, perubahan kebijakan harus dipikirkan dengan matang agar tepat sasaran dalam meningkatkan pertumbuhan perekonomian.

Dengan kebijakan yang tepat, dia yakin Indonesia akan keluar dari middle income trap (negara dengan status pendapatan menengah).

Dia juga meyakini kebijakan yang tepat akan membawa Indonesia mengalami pertumbuhan ekonomi ke angka 6 sampai 8 persen, seperti yang ditargetkan Presiden Prabowo Subianto.

"Jadi kalau pak Prabowo kembalikan lagi grafiknya, kurvanya seperti ini kita akan keluar dari kategori pendapatan negara menengah yang belum keluar dari middle income trap," tutur SBY.

Baca juga: Museum dan Galeri SBY-ANI, hadiah terbaik bagi bangsa di HUT Ke-78 RI

Baca juga: Presiden ke-6 RI SBY terima cinderamata QR Art, bakal jadi koleksi di Museum ANI-SBY

Baca juga: SBY: Negara bertanggung jawab pastikan bangsa Indonesia tetap rukun

Pewarta: Walda Marison
Editor: Laode Masrafi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |