Satgas MBG Manokwari terus pantau mutu dan kelayakan makanan

3 weeks ago 12

Manokwari (ANTARA) - Satuan Tugas Makan Bergizi Gratis (Satgas MBG) Kabupaten Manokwari, Papua Barat, terus memantau mutu dan kelayakan makanan dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) guna memastikan manfaat program tersebut diterima secara aman oleh peserta didik.

Ketua Satgas MBG Manokwari yang juga Wakil Bupati Manokwari Mugiyono di Manokwari, Sabtu, mengatakan pemantauan dilakukan secara berkelanjutan, termasuk melalui rapat evaluasi bersama Koordinator Regional MBG Papua Barat untuk melihat perkembangan terbaru pelaksanaan MBG di daerah tersebut.

“Manokwari saat ini menjadi kabupaten dengan jumlah penerima MBG tertinggi di Papua Barat, bahkan di Tanah Papua. Karena itu, pengawasan mutu dan ketepatan distribusi menjadi perhatian utama,” katanya.

Ia menyebutkan, Satgas MBG Manokwari juga terus mendorong agar seluruh siswa di wilayah tersebut dapat menerima MBG, termasuk di sejumlah daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) yang hingga kini belum sepenuhnya terjangkau layanan MBG.

Dalam rapat tersebut, Satgas juga membahas sejumlah kasus yang terjadi di lapangan, termasuk penutupan sementara dua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Manokwari belum lama ini.

Penutupan sementara akibat keterlambatan penyaluran MBG yang berdampak pada kualitas makanan. Akibat kelalaian dan ketidakmampuan SPPG menyalurkan MBG tepat waktu membuat ada sekolah yang menerima roti berjamur.

Baca juga: DPD RI apresiasi Pemkot Jambi percepat program Makan Bergizi Gratis

Meski tidak ditemukan kasus keracunan atau kejadian luar biasa (KLB), Badan Gizi Nasional (BGN) Papua Barat setelah berkoordinasi dengan BGN langsung memberikan sanksi berupa penghentian sementara operasional dua SPPG tersebut.

Satgas MBG Manokwari, kata Mugiyono, akan terus memantau perkembangan pelaksanaan MBG, terutama karena satgas melibatkan instansi teknis terkait seperti Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan.

“Selain memperluas jangkauan penerima manfaat, kami juga memastikan makanan yang diberikan benar-benar layak konsumsi. Jika terjadi kasus di lapangan, akan langsung ditindaklanjuti dan dikoordinasikan dengan BGN,” katanya.

Ia menambahkan, Satgas MBG Manokwari juga akan terus memberikan rekomendasi teknis kepada BGN sebagai bahan evaluasi, meskipun keputusan akhir tetap berada di kewenangan BGN.

Koordinator BGN Regional Papua Barat Erika Vionita Werinussa mengatakan, total penerima manfaat MBG di wilayah Papua Barat sebanyak 94.743 orang, baik itu peserta didik maupun kelompok 3B.

Dia menyebut Kabupaten Manokwari menjadi daerah dengan jumlah penerima manfaat MBG terbanyak di wilayah Papua Barat yaitu 49.681 orang dan disusul Kabupaten Teluk Wondama 7.143 orang.

Kemudian, Kabupaten Manokwari Selatan 7.049 orang, Kabupaten Teluk Bintuni 6.491 orang, Kabupaten Kaimana 13.114 orang, dan Kabupaten Fakfak 11.265 orang.

Dari 43 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang telah beroperasi di enam kabupaten se-Papua Barat, 22 SPPG berada di Kabupaten Manokwari.

Baca juga: Jepang tawarkan program magang siswa SMK untuk tukar ilmu tentang MBG

Baca juga: Mendukbangga bina kader agar kasus MBG berkantong plastik tak terulang

Pewarta: Ali Nur Ichsan
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |