Samsung diwartakan belum kerjakan penerus Galaxy S25 Edge & Z Trifold

2 hours ago 1

Jakarta (ANTARA) - Samsung diwartakan belum mengerjakan penerus Galaxy S25 Edge dan Galaxy Z Trifold, dua ponsel yang dinilai menyorot teknologi Samsung.

Sammobile pada Jumat mengutip wawancara Bloomberg dengan Chief Operating Officer Samsung MX Won-Joon Choi, yang mengungkapkan bahwa penjualan Galaxy S25 Edge relatif rendah dibandingkan dengan model seri Galaxy S yang lain.

Menurut dia, perusahaan sedang mengevaluasi masa depan lini Galaxy S Edge dan belum membuat keputusan akhir mengenai kelanjutan seri produk tersebut.

"Orang-orang memiliki selera, kebutuhan, dan kriteria yang berbeda ketika memilih perangkat mereka. Kami belum memutuskan kapan akan meluncurkan yang berikutnya, tetapi hal itu masih dipertimbangkan," kata Choi.

Samsung memperkenalkan Galaxy S25 Edge dan Galaxy Z TriFold tahun lalu.

Dengan ketebalan 5,8 mm, Galaxy S25 Edge disebut sebagai ponsel tertipis yang pernah dibuat oleh perusahaan. Ide pengembangan ponsel itu dinilai mirip dengan iPhone Air milik Apple.

Tantangan dalam menjual ponsel premium tipis tidak hanya dihadapi oleh Samsung. Apple juga mengalaminya dalam menjual iPhone Air.

Hal itu kemungkinan terjadi karena konsumen masih ragu membayar dengan harga premium untuk perangkat tipis yang kapasitas baterai maupun kinerja kameranya tidak terlalu mumpuni.

Baca juga: Apple disebut kurangi produksi iPhone Air hingga satu juta unit

Perangkat Samsung Galaxy Z TriFold dapat berubah dari ponsel pintar berukuran biasa menjadi tablet berukuran penuh.​​​​​​

Ponsel ini juga ada kemungkinan tidak akan memiliki penerus. Perusahaan belum memutuskan untuk mengembangkan penerusnya.

Saat diwawancarai oleh Bloomberg, ​​​​​​​Choi bercanda bahwa saat memimpin tim R&D Samsung, dia awalnya enggan mengerjakan proyek ponsel lipat tiga karena membutuhkan upaya yang signifikan dan komponen khusus harus dibuat.

Namun, Samsung akhirnya memutuskan untuk melanjutkan proyek dan merilis ponsel lipat tiga, menunjukkan keahlian teknisnya.

​​​​​​​Meskipun secara teknis mengesankan, ponsel lipat tiga harganya sangat tinggi sehingga tidak terjangkau oleh sebagian besar pembeli. Akibatnya, penjualan perangkat semacam itu biasanya kurang baik.

Baca juga: Motorola rilis ponsel lipat razr 60 di Indonesia, cek spesifikasinya

Baca juga: Ponsel lipat Huawei Mate X7 akan debut di Indonesia pada 5 Maret 2026

Penerjemah: Livia Kristianti
Editor: Maryati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |