Jakarta (ANTARA) - Sampah pascabanjir di Jalan Inspeksi Kali Mookevart, Jakarta Barat mencapai 187 ton.
"Total sampah tertangani 187 ton," kata Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup (Sudin LH) Jakarta Barat Achmad Hariadi saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa.
Ia menjelaskan, sampah itu awalnya dibersihkan pascabanjir dari permukiman warga terutama di Kelurahan Rawa Buaya, lalu sampah dikumpulkan di pinggir Kali Mookevart, hingga akhirnya diangkut menuju tempat pengolahan.
"Penanganan sampah di lingkungan rumah warga pada Minggu (25/1), dilanjutkan sterilisasi sampah di tempat sampah sementara Kali Mookevart pada Senin (26/1)," katanya.
Adapun penanganan sampah dilakukan dengan menerjunkan 300 personel gabungan dibantu 500 orang warga setempat.
"Dengan kekuatan armada, truk besar 10 unit, truk kecil 20 unit, 'mini dump' (mobil lintas) 15 unit, 'shovel' (alat berat pengeruk) satu unit, 'road sweeper truck' (truk penyapu jalan) satu unit dan mobil pikap dua unit," ujarnya.
Sebelumnya, viral sebuah video di media sosial yang menunjukkan tumpukan sampah pascabanjir di sepanjang bantaran Kali Mookevart, Rawa Buaya.
Kini, sampah-sampah itu telah diangkut menuju tempat pengolahan oleh Sudin LH Jakarta Barat.
Baca juga: Pascabanjir, Pemkot Jakbar fokus bersihkan sampah
Baca juga: Pascabanjir, terdeteksi 36 titik terparah sampah di Jakarta Barat
Baca juga: Petugas kerja keras bersihkan sampah sisa banjir
Pewarta: Redemptus Elyonai Risky Syukur
Editor: Edy Sujatmiko
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































