Rumah-rumah Tuhan yang masih bertahan

4 hours ago 8

Tapanuli Selatan (ANTARA) - "Ini keajaiban. Padahal kanan dan kiri masjid sudah hancur diterjang banjir bandang," kata seorang warga, Irwan Syaputra Hutabarat, saat menunjukkan masjid yang masih bertahan diterjang banjir bandang.

Ungkapan itu ia ucapkan ketika menceritakan sejumlah Rumah-rumah Tuhan yang masih bertahan, meski dihantam banjir bandang yang meluluhlantakkan tempat tinggalnya.

Tumpukan kayu, batu, pasir, dan material yang terbawa banjir bandang pada November 2025 di Desa Huta Godang, dan Garoga, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, masih tampak di sejumlah titik.

Material tersebut memang perlahan mulai diangkut oleh petugas dari BNPB, TNI, Polri, relawan, dan lainnya.

Rumah-rumah warga yang dahulu berdiri tegak, kini tampak luluh lantak. Suasana desa pun tidak seramai, seperti, sebelum ada musibah banjir bandang yang sangat dahsyat.

Warga, kini masih bertahan di tenda-tenda darurat dan rumah kerabat. Mereka banyak yang masih menggantungkan hidupnya dari uluran tangan para dermawan.

Di sisi lain banjir yang merenggut puluhan nyawa dan meluluhlantakkan desa masih membekas pada ingatan warga. Mereka masih terguncang ketika menceritakan detik-detik musibah yang mengerikan.

Suara serak, tetesan air mata, dan rasa sedih muncul, ketika mereka mengingat kejadian pada akhir November 2025. Meski dengan terbata-bata, mereka dapat bercerita dengan runtut kejadian memilukan itu.

Para penyintas juga masih tak percaya dengan keajaiban atau kehendak Sang Pencipta. Mereka heran terhadap keajaiban Tuhan. Karena meski desa hancur dan seperti tak bertuan, namun bangunan yang disebut "Rumah Tuhan" masih berdiri bertahan.

Rumah Tuhan

Rumah Tuhan yang dimaksud di sini bukan tempat Tuhan bersemayam. Rumah Tuhan yang dimaksud adalah tempat-tempat yang disucikan oleh umat beragama.

Seperti Islam biasanya menyatakan masjid dengan istilah Rumah Tuhan, begitu juga gereja pada agama Kristen, kuil untuk agama Budha, dan pura agama Hindu.

Editor: Masuki M. Astro
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |