Rumah jadi sebaran lokasi korban kekerasan terbanyak di Jaksel

1 week ago 5

Jakarta (ANTARA) - Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) DKI Jakarta mengatakan rumah menjadi sebaran lokasi korban kekerasan terbanyak di Jakarta Selatan (Jaksel).

"Rumah menjadi lokasi tempat kejadian perkara (TKP) terbanyak di Jakarta Selatan, dengan jumlah korban kekerasan sebanyak 253 orang," kata Tenaga Ahli Pemenuhan Hak Korban Kekerasan Perempuan dan Anak UPT PPPA Provinsi DKI Jakarta Chairul Luthfi saat ditemui di Jakarta Selatan, Rabu.

Selain rumah, dia mengatakan lokasi lainnya, yakni sekolah (41 korban), kos-kosan (31 korban), jalan (27 korban), dan sebagainya.

Tenaga Ahli Pemenuhan Hak Korban Kekerasan Perempuan dan Anak UPT PPPA Provinsl DKI Jakarta Chairul Luthfi berbicara dalam sosialisasi bertajuk "Ciptakan Ruang Publik Bebas Pelecehan terhadap Perempuan dan Anak" di Taman Literasi Blok M, Jakarta Selatan, Selasa (27/1/2026). ANTARA/Luthfia Miranda Putri.

Baca juga: Ini usia paling rentan individu terkena "child grooming" di Jakarta

Oleh karena itu, dia menekankan pentingnya korban agar berani melapor ke pos pengaduan yang tersedia di setiap kecamatan Jakarta Selatan.

"Pos pengaduan tersebar di Pos Kemuning (Pasar Minggu), Pos Tiga Durian (Pancoran), Pos Anggrek (Cilandak), Pos Bhineka (Pesanggrahan), Pos Ramli (Mampang Prapatan), Pos Taman Sawo (Kebayoran Baru), Pos Ciganjur Berseri (Jagakarsa), Pos Flamboyan (Tebet), Pos Delman Asri (Kebayoran Lama), dan Pos Taman Batu (Setiabudi)," ucap Chairul.

Sementara itu, Kepala Suku Dinas PPAPP Jakarta Selatan Rizky Hamid menambahkan pihaknya telah menggencarkan sosialisasi terkait kewaspadaan kekerasan di tengah masyarakat, terutama rumah.

"Untuk yang di rumah, tak henti-henti juga kita sosialisasikan melalui komunitas-komunitas di lingkungan setempat, seperti RT, RW, Dasawisma, PKK, dan posyandu," ungkap Rizky.

Dia pun berharap agar kewaspadaan dapat tersalurkan melalui antartetangga, yang sekaligus menjadi jembatan dalam mendistribusikan informasi pencegahan kekerasan.

Pusat Perlindungan Perempuan dan Anak (PPPA) DKI Jakarta telah menangani sebanyak total 2.269 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak sejak Januari hingga Desember 2025.

Jakarta Selatan menangani sebanyak 460 kasus, dan sekaligus menempati peringkat ke-2 dengan kasus kekerasan perempuan dan anak terbanyak di Jakarta.

Baca juga: Dinas PPAPP DKI beri bantuan modal bagi perempuan penyintas kekerasan

Baca juga: Tekan angka kekerasan pada anak, Pemprov DKI luncurkan komik digital

Pewarta: Luthfia Miranda Putri
Editor: Rr. Cornea Khairany
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |