RUKKI usul naikkan cukai rokok elektronik demi atasi kecanduan nikotin

1 week ago 26
kebijakan cukai terhadap produk tembakau perlu memperhatikan disparitas harga antarlapisan produk agar tidak mendorong konsumen melakukan down trading atau beralih ke produk yang lebih murah.

Jakarta (ANTARA) - Ruang Kebijakan Kesehatan Indonesia (RUKKI) mengusulkan kepada pemerintah agar menaikkan tarif cukai rokok elektronik sebagai salah satu upaya mengatasi persoalan kecanduan nikotin di tanah air.

Menurut Ketua RUKKI Mouhamad Bigwanto, harga rokok elektronik yang relatif terjangkau dapat menghambat upaya pemerintah dalam menekan tingkat kecanduan nikotin, karena konsumen berpotensi beralih ke produk yang lebih murah.

"Kita berharap pemerintah harus menaikkan cukai untuk rokok elektronik karena kalau ini terlampau murah upaya untuk membuat orang berhenti dari kecanduan nikotin itu akan gagal," kata Bigwanto saat memberikan sambutan dalam diskusi bersama sejumlah wartawan di Jakarta, Senin.

Menurut dia, kebijakan cukai terhadap produk tembakau perlu memperhatikan disparitas harga antarlapisan produk agar tidak mendorong konsumen melakukan down trading atau beralih ke produk yang lebih murah.

Berikutnya, Bigwanto mengatakan RUKKI telah melakukan studi komparasi terhadap rokok elektronik, rokok konvensional, dan produk nikotin oral dengan menyetarakan penggunaan produk berdasarkan kandungan atau konsumsi nikotin.

"Ditemukan bahwa satu mili rokok elektronik itu kita samakan dengan 13 batang rokok yang konvensional," katanya melanjutkan.

Bigwanto menjelaskan harga cairan rokok elektronik yang menjadi objek perbandingan tidak mencakup perangkat karena cukai dikenakan terhadap cairan produknya.

Ia menyoroti penggunaan rokok elektronik di kalangan anak dan pelajar dimana temuan di sekolah menunjukkan rokok elektronik justru lebih banyak ditemukan digunakan oleh pelajar, dibandingkan rokok konvensional.

Bigwanto menilai keterjangkauan harga menjadi salah satu faktor yang membuat produk tersebut dapat diakses anak-anak, bahkan ditemukan pelajar yang menjual produk rokok elektronik di lingkungan sekolah.

"Temuan itu banyak sekali anak yang jualan di sekolah. Memang produk ini terjangkau buat anak-anak," ujarnya.

Sejalan dengan itu, RUKKI mendorong pemerintah memperkuat kebijakan cukai rokok elektronik agar harga produk tidak terlalu murah dan tidak menjadi alternatif bagi konsumen yang berupaya mengurangi konsumsi nikotin.

Baca juga: Pemerintah dapat Rp105 miliar dari cukai rokok elektronik

Baca juga: Cukai 57 persen dinilai matikan industri vape

Pewarta: Tri Meilani Ameliya
Editor: Rini Utami
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |