Tulungagung, Jatim (ANTARA) - Sekitar 2 ribuan pelajar SMK Negeri 3 Boyolangu, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, Rabu, mengikuti rangkaian kegiatan survei epidemiologi menyusul dugaan kasus diare setelah mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG), sebagai data pendukung hasil uji laboratorium sampel makanan.
Sekretaris Satgas MBG Tulungagung Sony Welly Ahmadi mengatakan, survei epidemiologi dilakukan bersama Dinas Kesehatan Tulungagung serta Puskesmas Beji dan Puskesmas Boyolangu terhadap seluruh pelajar dari 51 kelas.
"Total sasaran sekitar 2 ribu pelajar. Saat pelaksanaan survei, sekitar 75 pelajar belum masuk sekolah, sementara pelajar yang sebelumnya mengalami diare sudah kembali masuk dan secara visual terlihat sehat," kata Sony di Tulungagung.
Ia menjelaskan survei dilakukan sebagai langkah deteksi dini dan kewaspadaan.
Apabila masih ditemukan pelajar dengan keluhan kesehatan, petugas akan segera merujuk ke Puskesmas Beji atau Puskesmas Boyolangu untuk mendapatkan penanganan medis.
Sony menambahkan, terdapat laporan satu pelajar yang sempat memeriksakan diri ke praktik mandiri dan tidak memerlukan perawatan inap.
Saat ini, petugas masih menelusuri kondisi 70 pelajar yang tidak hadir untuk memastikan apakah keluhan sakit berkaitan dengan konsumsi MBG atau disebabkan faktor lain.
Baca juga: SPPG Tulungagung dihentikan setelah insiden ratusan siswa alami diare
"Kami masih mendalami apakah pelajar yang tidak masuk sekolah tersebut sudah sakit sebelumnya atau mengalami keluhan setelah insiden MBG," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Tulungagung dr. Aris Setiawan mengatakan survei epidemiologi dilakukan untuk mengumpulkan data tambahan guna memperkuat hasil uji laboratorium sampel MBG yang dikirim ke Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Surabaya.
Menurut Aris, survei dilakukan dengan penyebaran kuesioner kepada pelajar yang memuat pertanyaan terkait makanan yang dikonsumsi, cita rasa, serta gejala yang dirasakan setelah mengonsumsi MBG.
"Bagi pelajar yang tidak hadir di sekolah, survei akan dilakukan dengan mendatangi rumah masing-masing agar seluruh sasaran dapat terdata," katanya.
Hasil survei epidemiologi tersebut nantinya akan dianalisis bersamaan dengan hasil uji laboratorium untuk mengetahui penyebab dan kemungkinan jenis bakteri yang memicu keluhan kesehatan pada pelajar.
Secara terpisah Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Tulungagung, dr. Aris Setiawan mengatakan pihaknya segera mengirim sampel makanan ke Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Surabaya untuk uji laboratorium.
"Kami sudah mengambil sampel menu MBG yang dikonsumsi pelajar SMK Negeri 3 Boyolangu. Sampel tersebut akan kami kirim ke BBLK Surabaya untuk dilakukan uji laboratorium," kata Aris.
Baca juga: Dinkes Lombok Tengah amankan sampel MBG diduga penyebab keracunan massal
Baca juga: Pemkab Grobogan bebaskan biaya pengobatan korban dugaan keracunan MBG
Pewarta: Destyan H. Sujarwoko
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































