RI-Prancis perkuat kolaborasi demi akselerasi transformasi negara

3 months ago 51

Jakarta (ANTARA) - Kerja sama Indonesia dan Prancis di bidang pendidikan tinggi, riset, inovasi, dan pengembangan talenta semakin diperkuat melalui sejumlah kesepakatan yang dicapai dalam kunjungan kenegaraan Presiden RI Prabowo Subianto ke Prancis, Kamis (28/5).

Dalam pernyataan bersama kedua kepala negara, Presiden Prabowo dan Presiden Republik Prancis, Emmanuel Macron menegaskan bahwa pendidikan tinggi, penelitian, inovasi, dan mobilitas akademik sebagai salah satu prioritas utama kerja sama bilateral kedua negara.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto dalam keterangan di Jakarta, Jumat menyambut baik hasil pertemuan kedua kepala negara.

Kesepakatan tersebut menjadi landasan penting bagi penguatan kapasitas riset, pengembangan sumber daya manusia unggul, serta peningkatan daya saing Indonesia di tengah dinamika global yang semakin kompleks.

"Kerja sama Indonesia dan Prancis dalam pendidikan tinggi, sains, teknologi, dan inovasi merupakan investasi jangka panjang untuk memperkuat daya saing bangsa," katanya.

Baca juga: Kunjungan Prabowo ke Prancis hasilkan empat kesepakatan baru

Menteri Brian menilai penguatan kemitraan ini menjadi momentum strategis untuk memperluas jejaring internasional perguruan tinggi Indonesia sekaligus mempercepat transformasi pendidikan tinggi yang lebih adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

"Kolaborasi ini akan mendorong pengembangan riset unggulan, peningkatan kualitas SDM, serta mempercepat hilirisasi inovasi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat," ujar Brian.

Diketahui, melalui Joint Declaration on Education, Research, and Mobility yang diadopsi kedua negara, Indonesia dan Prancis berkomitmen memperluas kolaborasi pada bidang pendidikan tinggi, riset, dan mobilitas akademik.

Kedua negara juga menyambut penyelenggaraan Joint Working Group on Higher Education, Research, Innovation, and Entrepreneurship yang akan berlangsung di Angers, Prancis pada Juli 2026.

Selain itu, Indonesia dan Prancis menempatkan penguatan inovasi sebagai salah satu agenda strategis melalui penyelenggaraan France–Indonesia Year of Innovation 2026.

Dalam pernyataan bersama tersebut, Indonesia juga menyampaikan ketertarikan untuk menjajaki kerja sama riset dan inovasi dengan Prancis dalam pengembangan ekosistem energi nuklir yang aman dan berkelanjutan.

Penguatan kerja sama dengan Prancis sejalan dengan arah kebijakan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) yang mendorong perguruan tinggi menjadi pusat lahirnya inovasi dan solusi atas berbagai tantangan pembangunan.

Baca juga: Presiden Prabowo hadiri jamuan santap malam di Istana Elysee Paris

Baca juga: Presiden Macron: Indonesia mitra strategis dari Indo-Pasifik

Pewarta: Sean Filo Muhamad
Editor: Nurul Hayat
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |