RI dorong penguatan kerja sama mineral kritis dengan Amerika Latin

4 hours ago 3

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menyampaikan bahwa Indonesia akan terus memperjuangkan penguatan kerja sama dengan kawasan Amerika Latin dan Karibia di bidang komoditas mineral kritis yang perannya semakin penting di tingkat global.

“Salah satu sektor yang kita kejar adalah mineral kritis. Inilah sektor yang akan mendukung industri masa depan,” kata Direktur Jenderal Amerika dan Eropa Kemlu RI Grata Endah Werdaningtyas dalam temu media di Jakarta, Senin.

Ia menyampaikan bahwa salah satu kesamaan Indonesia dengan kawasan Amerika Latin dan Karibia adalah sama-sama merupakan produsen utama komoditas mineral kritis.

Menurut Grata, saat ini 40 persen dari komoditas tambang global, serta 35 persen produksi litium global, dipasok oleh negara-negara di kawasan tersebut.

Kawasan tersebut juga merupakan produsen utama niobium, suatu komoditas yang digunakan dalam proses penguatan baja dan produksi superkonduktor.

“90 persen produksinya ada di Brasil,” ucapnya.

Ia mengatakan bahwa sebagai negara penghasil mineral kritis seperti nikel dan bauksit, Indonesia perlu bekerja sama dengan sesama negara berkembang kaya mineral seperti Brasil dan Chile di Amerika Latin.

Pasalnya, negara-negara berkembang kaya mineral selama ini selalu diposisikan sebagai produsen bahan mentahnya saja, sementara teknologi dan pemrosesannya didominasi negara maju.

“Kita perlu bekerja sama dengan mereka, ketika mereka tidak punya nikel, kita punya nikel. Bagaimana kita mengembangkan rantai pasok sendiri untuk meningkatkan posisi atau standing kita pada keseluruhan industri masa depan ini,” kata Grata.

Grata berkata Indonesia mengincar penguatan kerja sama di bidang mineral kritis dengan kawasan Amerika Latin dan Karibia melalui peningkatan nilai tambah serta investasi pada tahap midstream produksi komoditas.

Indonesia juga akan menjajaki peningkatan kemitraan pada pengembangan serta pemanfaatan teknologi pertambangan dan energi bersih dengan negara-negara di kawasan tersebut, tambahnya.

Dengan demikian, untuk mengeksplorasi peluang kerja sama di sektor mineral kritis serta sektor-sektor usaha lainnya, Kemlu RI menginisiasi pelaksanaan Misi Bisnis ke Amerika Latin dan Karibia (INA-LAC) yang akan dipusatkan di Santiago, Chile, pada 1–2 Oktober 2026.

Grata juga memastikan bahwa dalam rangkaian misi tersebut, akan dilaksanakan forum bisnis khusus sektor energi dan pertambangan, di mana sejumlah perusahaan Indonesia anggota delegasi INA-LAC akan memaparkan peluang kerja sama di bidang tersebut.

Baca juga: Indonesia jajaki investasi sumber minyak baru di Guyana-Suriname

Baca juga: RI kirim misi bisnis INA-LAC ke Chile, optimalkan peluang CEPA

Pewarta: Nabil Ihsan
Editor: M Razi Rahman
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |