Bulog salurkan 1,9 juta kg beras bantuan bagi korban gempa NTT

4 hours ago 3

Jakarta (ANTARA) - Perum Bulog mencatat penyaluran bantuan pangan beras bagi korban gempa Nusa Tenggara Timur (NTT) mencapai sekitar 1,9 juta kilogram (kg) guna memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak selama masa pemulihan bencana di wilayah tersebut.

"Perum Bulog terus memperkuat dukungan bagi masyarakat terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur melalui percepatan penyaluran bantuan pangan," kata Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani di Jakarta, Senin.

Dia menyampaikan hal itu saat menerima kunjungan Ketua Komisi VI DPR RI Anggia Erma Rini bersama jajaran di Ruang Supply Chain Command Tower (SCCT) yang menjadi Pusat Komando dan Pengendalian Bulog terhadap penanganan pangan korban gempa NTT.

Rizal menyebutkan hingga 13 September 2026, Bulog telah menyalurkan lebih dari 1,7 juta kilogram cadangan beras pemerintah (CBP) untuk penanganan bencana alam.

Selain itu, lebih dari seratus ribu kilogram beras melalui cadangan pemerintah daerah (CPPD) untuk mendukung kebutuhan pangan masyarakat terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur.

"Sehingga total bantuan beras yang telah disalurkan hampir 1,9 juta kilogram," ujarnya.

Selain beras, Bulog juga telah merealisasikan 7.000 liter minyak goreng untuk mendukung kebutuhan masyarakat terdampak.

Penyaluran bantuan menjangkau wilayah terdampak di Kabupaten Ende, Sikka, Manggarai, Manggarai Timur, Nagekeo, Ngada, Manggarai Barat, serta Kota Kupang, sebagai bagian dari upaya memastikan dukungan pangan tersedia di tengah proses penanganan dan pemulihan pascabencana.

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani (kiri) melaporkan progres penyediaan pasokan pangan untuk korban gempa Nusa Tenggara Timur (NTT) kepada Komisi VI DPR RI di Pusat Komando dan Pengendalian Bulog Jakarta, Senin (14/9/2026). ANTARA/Harianto

Ia menuturkan berdasarkan perkembangan realisasi penyaluran, pagu CBP bencana alam di Kabupaten Ende, Sikka, Manggarai, Manggarai Timur, Nagekeo, dan Manggarai Barat telah terealisasi 100 persen, sedangkan penyaluran di Kabupaten Ngada telah mencapai 77,52 persen.

Bulog terus mempercepat penyelesaian penyaluran di wilayah tersebut sekaligus memastikan ketersediaan stok yang memadai agar kebutuhan pemerintah daerah dan masyarakat dapat dipenuhi dengan cepat sesuai penugasan.

Lebih lanjut dia menegaskan pihaknya tidak hanya fokus pada percepatan distribusi bantuan, tetapi juga telah menyiapkan penguatan stok untuk menjamin keberlanjutan pasokan di NTT.

Saat ini stok beras yang tersedia di Kanwil Bulog NTT sebesar 26,336 juta kilogram. Untuk memperkuat kesiapan, perusahaan tersebut akan menambah pasokan sekitar 67,466 juta kilogram dari Kanwil DKI Jakarta dan Banten, Jawa Timur, Sulawesi Selatan dan Barat, serta Nusa Tenggara Barat.

"Dengan penguatan tersebut, stok ke depan diproyeksikan mencapai sekitar 93,782 juta kilogram,” jelasnya.

Rizal menambahkan, ketersediaan stok yang kuat menjadi fondasi penting agar Bulog dapat merespons setiap kebutuhan dengan cepat, baik untuk penanganan bencana maupun pelaksanaan program pangan pemerintah lainnya.

"Bulog siap menjalankan setiap penugasan pemerintah. Setelah penyaluran CBP bencana alam dan CPPD, kami juga akan melanjutkan penyaluran bantuan pangan ke seluruh wilayah Provinsi NTT," ucap Rizal.

"Kami ingin memastikan masyarakat yang membutuhkan memperoleh dukungan pangan secara tepat jumlah, tepat kualitas, dan tepat waktu,” tambahnya.

Ketua Komisi VI DPR RI Anggia Ermarini mengapresiasi respons cepat Perum Bulog dalam mendukung penanganan bencana sekaligus menjaga ketersediaan pangan bagi masyarakat terdampak gempa NTT.

"Dalam kondisi bencana, kecepatan respons dan kesiapan stok menjadi sangat penting. Di saat yang sama, Bulog juga harus terus menjaga ketahanan pangan dan memastikan kebutuhan masyarakat di seluruh wilayah tetap terpenuhi,” ujar Anggia.

Baca juga: Dirut Bulog laporkan ke DPR progres penguatan pangan korban gempa NTT

Baca juga: Menko Pangan pastikan bantuan pangan beras berlanjut hingga Desember

Baca juga: Bulog NTT jaga kebutuhan pangan warga terdampak gempa Flores

Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |