Jakarta (ANTARA) - Ahli Nutrisi Klinis di RS CK Birla, Deepali Sharma mengatakan bahwa resistensi insulin dapat diatasi dengan pengaturan makanan yang tepat hingga makan teratur.
“Pengaturan waktu makan yang tepat, menghindari makan larut malam, dan menjaga interval makan yang teratur akan membantu meningkatkan sensitivitas insulin,” ujarnya dikutip dari Hindustan Times, Jumat.
Resistensi insulin merupakan kondisi sel-sel tubuh berhenti merespons insulin dengan benar. Sederhananya adalah ada banyak gula dalam darah, namun sel-sel tubuh gagal menyerapnya sehingga kadar gula darah tinggi dan berbahaya karena tidak diubah menjadi energi.
Baca juga: Ahli jelaskan alasan pasta yang telah disimpan semalam lebih baik
Deepali Sharma menyarankan untuk mengonsumsi sayuran berdaun hijau seperti bayam, kale, fenugreek. Sayuran berdaun hijau memiliki manfaat mengurangi risiko diabetes dan menurunkan kadar gula dalam darah.
Mengonsumsi sayuran hijau disarankan untuk dimakan pada awal makan sebelum mengonsumsi karbohidrat, hal ini untuk mengelola resistensi insulin dan menurunkan lonjakan gula darah.
Selain itu, bijii-bijian utuh seperti oat, beras merah memiliki kandungan serat, pati resisten, magnesium hingga polifenol yang bermanfaat meningkatkan sinyal insulin dan memperlambat penyerapan glukosa.
Baca juga: Enam minuman bebas gula untuk bantu jaga kadar gula darah
Mengonsumsi biji-bijian utuh di pagi hari saat sarapan dan makan siang mampu menghadirkan manfaat yang lebih besar untuk mengendalikan indeks glikemiks dan kestabilan glukosa sepanjang hari.
Ikan berlemak seperti sarden, salmon dan makarel memiliki kandungan asam lemak omega-3 yang mengurangi peradangan kronis tingkat rendah sebagai penyebab resistensi insulin.
Baca juga: Makanan tinggi gula tambahan bisa sebabkan gangguan tidur
Namun bagi pasien yang tengah mengonsumsi pengencer darah, atau penyakit ginjal kronis, mengonsumsi ikan berlemak sebaiknya dihindari.
Buah beri juga sebaiknya masuk dalam menu makanan untuk membantu mengurangi stres oksidatif dan meningkatkan respons tubuh terhadap insulin.
Tak hanya pola makan yang tepat, aktivitas fisik teratur, cukup tidur dan mengelola stres dibutuhkan agar tubuh mampu meningkatkan sensitivitas insulin.
Baca juga: Ingin gula darah stabil? Ini cara mengolah nasi putih agar tetap sehat
Baca juga: Jambu air putih bisa mengontrol gula darah hingga cegah infeksi
Penerjemah: Sinta Ambarwati
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































