Ramadhan di New York, kebersamaan yang hangatkan musim dingin

2 hours ago 1

Jakarta (ANTARA) - New York City, Amerika Serikat yang terkenal dengan kota yang tidak pernah tidur, menyimpan cerita unik bagi komunitas Muslim yang menjalani puasa Ramadhan.

Berbicara kepada ANTARA saat dihubungi di Jakarta, Jumat, Nubly Kautsar (44) yang sudah hampir lima tahun bekerja di New York, menyampaikan bahwa menjalankan puasa Ramadhan di New York terkadang bisa menantang karena memiliki empat musim.

Ramadhan tahun ini bertepatan dengan musim dingin. Fajar terbit pukul 05.17 waktu setempat dan matahari terbenam pukul 17.44 waktu setempat, sehingga durasi puasa hanya sekitar 12 jam, lebih singkat dibandingkan di Jakarta.

"Pengalamannya lebih menantang karena terkadang kendala cuaca dari musim yang berbeda dengan Indonesia, di mana disini 4 musim. Tetapi lebih menyenangkan karena tidak mudah haus atau lapar karena udara dingin jika puasa Ramadhan bertepatan dengan musim dingin seperti saat ini,” kata Billy, panggilan akrabnya.

Meski durasi puasa yang bisa lebih singkat, mencari takjil di kota yang identik dengan gedung pencakar langit ini bukan hal mudah. Tidak ada jajanan pinggir jalan seperti di Indonesia, sehingga banyak warga Indonesia memilih untuk menyiapkan takjil sendiri di rumah agar tetap merasakan kemeriahan Ramadhan.

Alternatif lainnya adalah berbuka di masjid lokal seperti Masjid Al-Hikmah New York, masjid komunitas Indonesia yang menyediakan takjil khas tanah air secara gratis setiap hari.

Billy kerap memilih berbuka di Masjid Al-Hikmah, selain agar dapat merasakan kebersamaan menjelang berbuka puasa, lokasi masjid ini juga sangat dekat, hanya satu blok atau sekitar lima menit berjalan kaki dari rumahnya.

Di masjid milik komunitas Indonesia tersebut dilaksanakan pula shalat tarawih berjamaah. Bagi yang tidak sempat ke Masjid Al-Hikmah, New York masih memiliki beberapa masjid lain yang memudahkan umat Muslim melaksanakan ibadah sunnah di malam hari.

"Salat tarawih kita lakukan berjamaah, karena memang New York sudah banyak masjid jadi kita bisa lakukan di masjid mana aja di sekitar area New York,” ujar Billy.

Berada di negeri yang jauh dari Indonesia, tidak berarti Ramadhan Billy diselimuti oleh dinginnya salju New York, hal itu lantaran jumlah Muslim di kota itu cukup banyak dan beragam. Tidak hanya Muslim dari Indonesia, ada pula Muslim dari negara Arab, Pakistan, bahkan warga asli Amerika Serikat.

“Kita sering juga buka bersama dengan teman-teman Indonesia atau negara lain di New York, baik sesama Muslim Indonesia ataupun negara lain. Ada Arab, Pakistan, Bangladesh, Bule asli Amerika atau Spanish juga banyak,” tuturnya.

Selain soal makanan dan kebersamaan, Ramadhan di New York pada 2026 ini juga memberi kepercayaan diri lebih bagi komunitas Muslim di New York.

Seiring terpilihnya Zohran Mamdani—seorang Muslim yang menjadi Wali Kota New York—Billy mengatakan umat Muslim merasa semakin nyaman menunjukkan identitas mereka tanpa rasa takut akan diskriminasi.

"Semenjak Mayor dipimpin seorang Muslim kita agak percaya diri menunjukkan kalau kita Muslim, dan kita tidak terlalu takut ada diskriminasi terkait Islamophobia,” katanya.

Baca juga: KJRI Jeddah gelar pasar takjil, hadirkan suasana Ramadhan di tanah air

Baca juga: Ramadhan di Beijing, KBRI RI gelar buka puasa dan tarawih setiap hari

Baca juga: Iftar KBRI KL, merajut diplomasi lewat gelas media di Malaysia

Pewarta: Kuntum Khaira Riswan
Editor: Martha Herlinawati Simanjuntak
Copyright © ANTARA 2026

Read Entire Article
Rakyat news | | | |