Serang (ANTARA) - Operasional pelayanan kesehatan di Puskesmas Kasemen, Kota Serang, Banten, terganggu akibat banjir yang merendam seluruh area fasilitas tersebut, mulai dari area parkir hingga ruang pelayanan belakang sejak Jumat (2/1/2026) malam.
Kepala Sub-Bagian Tata Usaha (Kasubag TU) Puskesmas Iwan Kuswono di Serang, Sabtu, menjelaskan air mulai terpantau naik di area parkiran saat waktu Maghrib dan mulai masuk ke dalam gedung puskesmas sekitar pukul 21.00 hingga 22.00 WIB.
"Besar kemungkinan air masuk dari kali, karena ada perlintasan selokan di tengah puskesmas yang terhubung ke perkampungan di belakang. Saluran drainase tersebut terendam semua," ujar Iwan.
Hingga kini ketinggian air di dalam ruangan tercatat di atas mata kaki orang dewasa merata hingga ke bagian belakang gedung. Namun Iwan menyebut kondisi saat ini air sudah berangsur surut karena arus sungai yang deras membantu mendorong air keluar melalui drainase.
Baca juga: Cuaca ekstrem, 1.023 rumah di Kota Serang terendam banjir
Dampak dari genangan ini, lanjut dia, pelayanan kesehatan terkendala. Iwan mengungkapkan pada Jumat (2/1) malam terdapat pasien yang hendak melahirkan, namun penanganannya terpaksa dirujuk atau pasien meminta pulang karena kondisi puskesmas yang tidak memungkinkan.
"Layanan saat ini untuk IGD dan persalinan tetap buka, namun menyesuaikan situasi dan kondisi karena semua area tergenang," katanya.
Pihak Puskesmas telah mengamankan seluruh peralatan medis dan elektronik ke tempat yang lebih tinggi untuk mencegah kerusakan. Meski demikian, kata dia, sejumlah Alat Tulis Kantor (ATK) seperti kertas, map, dan amplop, dilaporkan rusak terendam air karena tidak sempat terselamatkan.
Baca juga: Banjir setinggi 1,5 meter di Kota Serang, warga diimbau mengungsi
Baca juga: Gubernur Banten tekankan kolaborasi lintas wewenang soal banjir Serang
Pewarta: Desi Purnama Sari
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































