PU pastikan jalan Trans Flores kembali fungsional pascagempa di NTT

4 hours ago 6

Jakarta (ANTARA) - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo meminta pemerintah daerah (pemda) segera menyampaikan data bersifat sementara dan semua titik-titik kerusakan akibat gempa bumi magnitudo (M) 7,7 di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang belum tersentuh guna memastikan seluruh Jalan Trans Flores dapat fungsional lebih cepat.

Hal itu penting agar tim Kementerian PU dapat segera turun ke lapangan, berkoordinasi dengan pemerintah daerah, dan melakukan pemeriksaan langsung terhadap setiap lokasi terdampak, katanya menegaskan.

“Kami hadir pada setiap bencana, karena arahan Pak Presiden sudah jelas bahwa kita tidak boleh berduka berlama-lama, secepatnya kita harus bangkit. Jadi saya mohon diberikan data lengkapnya, titik-titiknya. Sehingga kami bisa menurunkan tim segera, bisa berkoordinasi dengan kepala-kepala dinas, bisa langsung mengecek satu per satu dan langsung bekerja,” kata Dody dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.

Sebanyak sembilan ruas jalan nasional dilaporkan mengalami kerusakan yang teridentifikasi mencakup puluhan titik longsoran, patahan badan jalan, serta kerusakan pada sejumlah jembatan dan plat duiker.

Hingga 16 Agustus 2026, menurut dia, sembilan ruas jalan terdampak telah kembali fungsional. Delapan ruas yang merupakan bagian dari jalur Trans Flores, mulai dari Labuan Bajo–Ende–Maumere telah dapat dilalui, sedangkan ruas Ruteng–Reo–Kedindi juga telah kembali fungsional.

Dalam penanganan sementara, tercatat 40 titik longsoran telah ditangani dan kembali fungsional. Selain itu, empat titik patahan badan jalan juga telah ditangani.

Adapun kerusakan pada lima titik jembatan dan plat duiker saat ini masih memungkinkan untuk difungsionalkan sehingga mobilitas masyarakat tetap dapat berjalan.

Untuk mempercepat penanganan di lapangan, BPJN NTT telah memobilisasi tujuh unit excavator dan empat unit loader ke sejumlah lokasi terdampak. Peralatan tersebut digunakan untuk membersihkan material longsor, menangani kerusakan badan jalan, serta memastikan akses menuju wilayah terdampak tetap terbuka.

Kembali fungsionalnya sembilan ruas jalan nasional terdampak menjadi langkah penting dalam pemulihan Pulau Flores pascagempa, ujar dia. Kementerian PU memastikan penanganan terus dilakukan berdasarkan hasil pemantauan lapangan, dengan keselamatan masyarakat dan kelancaran akses sebagai prioritas utama.

Dody mengatakan juga melakukan koordinasi dengan Bupati Nagekeo Simplisius Donatus, Wakil Bupati Nagekeo Gonzalo Gratianus Muga Sada, serta perwakilan BNPB, Kodim Nagekeo, dan Basarnas. Koordinasi dilakukan untuk mempercepat pendataan dan penanganan infrastruktur terdampak.

Ia menegaskan bahwa Kementerian PU siap memberikan dukungan teknis maupun penanganan infrastruktur, sementara pemerintah daerah akan membantu menentukan lokasi yang menjadi prioritas.

"Terkait mana yang prioritas, nanti biar Pak Bupati yang menentukan, kita yang mulai kerjakan. Kewajiban kami dari pusat bahwa memang membantu dan pak bupati sebagai mewakili membantu menjaga dan mana yang akan kita kerjakan," katanya.

Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Pulau Flores sebelumnya berdampak terhadap sejumlah infrastruktur jalan dan jembatan. Kementerian PU melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) NTT langsung mengerahkan personel dan peralatan untuk membuka kembali akses yang terdampak longsor maupun kerusakan badan jalan.

Pewarta: Suharsana Aji Sasra J C
Editor: Virna P Setyorini
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |