Kota Jambi (ANTARA) - Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI Yunus Nusi mendorong sepak bola Jambi bangkit serta mampu berkiprah di liga profesional tanah air melalui dukungan sponsor dalam menunjang ekosistem klub olah raga.
"Sudah layak Jambi untuk liga dua, Pemerintah Provinsi Jambi telah membangun stadion megah, memiliki rumput standar dengan daya tampung kursi di angka 10 ribu tempat duduk penonton," katanya di Jambi, Senin.
Yunus menilai, potensi pengembangan sepak bola Jambi cukup baik, ditambah infrastruktur lapangan yang sangat menunjang untuk menghadirkan liga profesional.
Baca juga: PSSI ikat kerja sama dengan Kelme untuk jersi timnas Indonesia
Untuk itu, dia berharap pemerintah daerah bersama para pengusaha asal Jambi, bisa berkontribusi menghadirkan klub sepak bola. Mengingat animo masyarakat Jambi sangat tinggi khususnya sepak bola.
Ia mengatakan, stadion baru Swarna Bhumi yang dimiliki Jambi, kondisinya sangat baik. Ia memastikan akan mendorong Kementerian PUPR ikut berkontribusi melengkapi sarana penunjang stadion, khususnya lampu penerangan.
"Kita akan bersama-sama ke Kementerian PUPR, terpenting lampu, jika cepat sehingga bisa tim profesional bermain di sini, siapa tau timnas bisa uji coba di sini. Saya yakin maju, karena stadion sudah megah," katanya menambahkan.
Baca juga: Wasit asing kembali didatangkan pada putaran kedua Super League
Kepala Dinas PUPR Provinsi Jambi Muzakir memastikan stadion Swarna Bhumi sudah bisa difungsikan. Namun masih ada kekurangan pencahayaan sebagai syarat stadion standar nasional untuk menggelar pertandingan di malam hari.
Di tengah keterbatasan anggaran, pemerintah daerah akan terus mengupayakan penambahan fasilitas secara bertahap. Mengingat secara hitungan perlu tambahan dana sekitar Rp250 miliar.
"Pemerintah daerah telah melakukan upaya agar penanganan lanjutan stadion tersebut dibantu Kemenpora," ungkapnya.
Baca juga: Erick sebut FIFA Series penting untuk perkembangan timnas Indonesia
Pewarta: Agus Suprayitno
Editor: Fitri Supratiwi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































