Pamekasan (ANTARA) - PSIM Yogyakarta menaklukkan Madura United FC dengan skor akhir 3-0 pada laga lanjutan BRI Super League 2025/2026 yang digelar di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan (SGMRP) Pamekasan, Jawa Timur, Sabtu malam.
Gol tim tamu dicetak oleh Fahreza Sudin pada menit ke-56 dan ke-63, serta Franco Ramos Mingo pada menit ke-58.
Sejak babak pertama, tim tuan rumah menerapkan pola permainan menyerang. Klub berjuluk Laskar Sape Kerrap ini beberapa kali menciptakan peluang, akan tetapi tidak bisa dikonversi menjadi gol.
Memasuki menit ke-44 Madura malah membuat kesalahan fatal, saat Nurdiansyah melakukan pelanggaran keras dengan menginjak bagian kaki pemain PSIM Yogyakarta Ezequiel Vidal. Wasit langsung mengeluarkan kartu merah setelah melibat Video Assistant Referee (VAR) atas insiden itu.
Memasuki babak kedua, PSIM tampil dengan pola permainan agresif. Tekanan demi tekanan terus dilakukan hingga akhirnya tim berhasil mencetak gol pada menit ke-56 oleh Fahreza Sudin diikuti gol kedua pada menit ke-58 oleh Franco Ramos Mingo. Lima menit kemudian, Fahreza Sudin kembali menambah gol, sehingga skor berubah menjadi 3-0 untuk PSIM Yogyakarta.
Madura yang tertinggal tiga gol berupaya menyamakan kedudukan dengan menggencarkan serangan. Namun dengan hanya 10 pemain, tim tuan rumah selalu gagal menembus pertahanan klub berjuluk Laskar Mataram ini.
Madura baru bisa bermain imbang memasuki menit ke-73 setelah Franco Ramos Mingo melakukan pelanggaran serius pada pemain Madura United FC. Wasit langsung mengeluarkan kartu merah.
Meski bermain imbang, tim tuan rumah tidak bisa mengejar ketertinggalan. Bahkan pada menit ke-90+2, wasit kembali mengeluarkan kartu merah pada penjaga gawang tuan rumah Miswar Saputra dan hingga babak kedua berakhir, skor tidak berubah, yakni 3-0 untuk tim tamu.
"Pada permainan tadi, sebenarnya Madura banyak menciptakan peluang, akan tetapi tidak bisa dikonversi menjadi gol," kata Pelatih Madura United FC Carlos Parreira seusai pertandingan.
Baca juga: Pelatih Malut: Serangan cepat Persebaya jadi penyebab kekalahan
Selain itu, sambung dia, pelanggaran yang menyebabkan Madura harus diganjar dengan kartu merah juga menjadi penyebab anak asuhnya kesulitan untuk menembus pertahanan lawan.
"Kita perlu melakukan evaluasi serius terkait keadaan ini, karena meski peluang banyak tercipta, akan tetapi belum bisa dikonversi menjadi gol. Ini tentu tantangan yang perlu diperbaiki," katanya.
Dengan kekalahan ini, Madura United FC kini berada di peringkat ke-13 klasemen sementara BRI Super league 2025-2026 dengan 17 poin, hasil empat kali menang, delapan kali kalah, dan lima kali seri.
Sedangkan PSIM Yogyakarta berada di peringkat keenam dengan meraih 30 poin, hasil delapan kali menang, tiga kali kalah, dan enam kali seri.
Berikut susunan pemain kedua tim:
Madura United FC : Miswar Saputra, Nur Diansyah, Fillipe Tinoco Monteiro, Roger Bonet, Taufik Hidayat, Kerim Palic, Taufanny Muslihuddin, Paulo Sitanggang, Ferian Rizky Maulana, Jordy Wehrmann dan Lulinha.
Pemain cadangan meliputi, Novan Setya Sasongko, Make Aldo, Ahmad Rusadi, Fransiskus Alesandro Nimo, Riski Afrisal, Albertine Joao Pereira, Diky Indriyana, Aji Kusuma, Muhammad Kemaluddin, Ahmad Nufiandani, Ilham Syah dan Kartike Vedhayanto Putra.
PSIM Yogyakarta : Cahya Supriadi, Dede Sapari, Franco Ramos Mingo, Rendra Teddy Wijanarko, Raka Cahyana, Fahreza Sudin, Ze Valente, Rahmatshoh Rahmatzoda, Deri Corfe, Nermin Haljeta dan Ezequiel Vidal.
Sedangkan pemain cadangan meliputi, Khairul Fikri, Gilang Ardha, Rio Hardiawan, Muhammad Iqbal, Kasim Botan, Ghulam Fatkur Rahman, Andy Setyo, Riyatno Abiyoso dan Sheva Maresca Amavisca.
Baca juga: Pelatih Persebaya puji efektivitas performa Gali Freitas
Baca juga: Tavares beberkan strategi kemenangan Persebaya atas Malut United
Pewarta: Abd Aziz
Editor: Eka Arifa Rusqiyati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































