PSIM lunasi defisit tiga gol demi imbangi 10 pemain Bali United 3-3

4 hours ago 2

Yogyakarta (ANTARA) - PSIM Yogyakarta sukses melunasi defisit tiga gol demi mengimbangi Bali United dengan skor 3-3 dalam laga pekan ke-22 BRI Super League 2025/2026 di Stadion Sultan Agung, Bantul, Senin malam.

Laskar Mataram sempat tertinggal tiga gol lebih dulu dari tamunya akibat gol-gol Thijmen Goppel, Tim Receveur, dan Irfan Jaya, tetapi berhasil mengkonversi derasnya dukungan publik tuan rumah untuk mencetak tiga gol balasan demi mengantongi satu poin dari pertandingan tersebut.

Savio Sheva lebih dulu memperkecil ketertinggalan PSIM, sebelum Bali United dipaksa melanjutkan permainan dengan 10 pemain lantaran kartu merah yang diterima Joao Ferrari.

Tuan rumah kemudian memaksa Ricky Fajrin mencetak gol bunuh diri dan gol larut dari Franco Ramos Mingo di pengujung laga memastikan kedua tim berbagi satu poin.

Hasil tersebut tak mempengaruhi posisi kedua tim di klasemen sementara Super League. PSIM masih duduk di urutan ketujuh dengan koleksi 33 poin, sedangkan Bali United empat strip di bawah dengan marjin empat poin.

Baca juga: Skuad PSIM Yogyakarta hampir lengkap ketika hadapi Bali United

Kedua tim bermain terbuka sejak sepak mula dan tuan rumah memperoleh peluang untuk membuka keunggulan pada menit ke-21 lewat sundulan Ze Valente yang sayangnya masih bisa diamankan kiper Mike Hauptmeijer.

Tim tamu justru mampu mencuri keunggulan pada menit ke-34 saat Goppel melepaskan tendangan keras yang gagal diantisipasi kiper Cahya Supriadi.

Upaya PSIM membalas tak kunjung membuahkan hasil, malahan Bali United yang sukses menggandakan keunggulan mereka pada menit tambahan babak pertama lewat Receuver memanfaatkan situasi sepak pojok untuk memperdaya Cahya.

PSIM berusaha memasuki babak kedua dengan intensitas tinggi, tapi yang terjadi justru Bali United memperoleh gol ketiga mereka lewat sepakan keras Irfan Jaya pada menit ke-55.

Kerja keras tuan rumah akhirnya membuahkan hasil 10 menit berselang ketika tembakan spekulasi jarak jauh Savio Sheva demi memperkecil ketertinggalan 1-3.

Pada menit ke-69, wasit meninjau VAR terkait pelanggaran keras Joao Ferrari terhadap Deri Corfe di dekat kotak penalti Bali United. Setelahnya, kartu kuning yang semula diberikan, dianulir dan diganti menjadi kartu merah.

Pada menit ke-88, PSIM memperkecil ketertinggalan melalui gol bunuh diri Ricky Jafrin. Bermaksud menghalau umpan silang pemain PSIM, sundulannya justru meluncur masuk ke gawang sendiri.

Ramos Mingo pada menit 90+1 kembali mencetak gol setelah memanfaatkan kemelut di depan gawang, sehingga skor menjadi 3-3.

Hingga peluit panjang dibunyikan, skor imbang 3-3 tetap bertahan dan kedua tim harus puas berbagi poin dalam laga yang berlangsung sengit tersebut.

Baca juga: Bali United bidik tiga poin dari kandang PSIM Yogyakarta

Pelatih Bali United Johnny Jansen mengaku kecewa dengan hasil imbang tersebut. Ia menilai timnya sempat berada dalam posisi menguntungkan sebelum akhirnya kehilangan kendali permainan.

"Kita bisa mencetak gol, tapi kemudian lawan mendapat keuntungan saat bermain dengan kelebihan satu pemain. Kami membuat kesalahan sendiri. Seharusnya kami bisa membangun serangan dan memainkan bola dengan lebih baik," ujar Jansen.

Ia juga menyebut pergantian beberapa pemain muda pada babak kedua membuat permainan timnya sedikit terganggu.

Sementara, Pelatih PSIM Yogyakarta Jean-Paul van Gastel menilai anak asuhnya sebenarnya memiliki peluang memenangkan pertandingan, namun masih perlu memperbaiki sejumlah aspek permainan.

"Kami memberi mereka beberapa peluang yang seharusnya bisa kami antisipasi dengan lebih baik. Komunikasi antar pemain juga perlu diperbaiki," ujar van Gastel.

Ia menyebut PSIM memiliki kualitas di sektor sayap dan lini tengah yang cukup teknis serta ofensif, namun kebobolan gol ketiga membuat timnya sempat kehilangan momentum.

"Kami sempat tertinggal, lalu terjadi kartu merah dan di situ kami bisa mengembalikan keadaan," ucap dia.

Selanjutnya PSIM akan melakoni laga tandang kontra PSBS Biak di Stadion Maguwoharjo, Sleman, pada Jumat (27/2), sedangkan Bali United sehari kemudian menjamu Persijap Jepara di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar.

Baca juga: Eliano Reijnders anggap semua laga Persib Bandung seperti final

Baca juga: Jadwal pekan 23 Super League: pertandingan setiap hari sepekan penuh

Pewarta: Luqman Hakim
Editor: Gilang Galiartha
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |