Hong Kong (ANTARA) - Hong Kong di China menarik perhatian dunia dengan penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) menguntungkan yang diperkirakan akan berlangsung pada 2026, memikat para investor yang tertarik dengan aset-aset China didukung oleh prospek pertumbuhan negara tersebut.
Bursa Hong Kong mengumpulkan lebih dari 280 miliar dolar Hong Kong (1 dolar Hong Kong = Rp2.142) pada 2025, menjadikannya pasar IPO terbesar di dunia. Bel pencatatan saham untuk belasan raksasa teknologi menandai awal tahun yang dinamis, dengan 400 perusahaan menunggu dalam antrean IPO.
Forum Keuangan Asia (Asian Financial Forum) ke-19 yang berakhir pada Selasa (27/1) di Hong Kong diramaikan oleh spekulasi mengenai "CATL berikutnya", yang berhasil mengumpulkan lebih dari 35 miliar dolar Hong Kong pada Mei lalu.
Hasil survei gabungan yang dilakukan oleh Dewan Pengembangan Perdagangan Hong Kong dan EY yang dirilis pada forum tersebut menunjukkan bahwa 88 persen pemimpin bisnis yang disurvei menyebut ekosistem pasar keuangan Hong Kong, yang ditandai dengan antrean IPO yang kuat, sebagai kekuatan uniknya.
Manajer dana ekuitas swasta asal Australia, Hussein Rifai, telah bepergian ke Hong Kong untuk urusan bisnis sejak 1980-an, menawarkan layanan keuangan kepada para investor dan perusahaan-perusahaan China. Seiring dengan meningkatnya minat investor terhadap aset-aset China, dia kini berjejaring dengan para pialang dari China Daratan dan Hong Kong di forum tersebut untuk mencari kesepakatan yang lebih besar.
"Saya yakin ada banyak ruang untuk investasi dua arah antara Australia dan China, terutama di industri seperti pangan, pertambangan, dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI)," ujarnya, seraya menambahkan bahwa model AI China dapat membantu meningkatkan efisiensi manajemen perusahaan di Australia.
"Hong Kong merupakan tempat bertemunya modal global yang berorientasi jangka panjang," ujar Wang Shuguang, Presiden China International Capital Corp Ltd. Pencatatan saham di Hong Kong membuka akses tidak hanya ke modal global, tetapi juga ke pengetahuan dan kehadiran di pasar-pasar sasaran, katanya.
Komitmen China untuk mengejar pembangunan berkualitas tinggi serta kemandirian dan kekuatan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi dalam periode Rencana Lima Tahun ke-15 (2026-2030) menambah kekuatan kota itu sebagai platform penggalangan dana dua arah.
Investor sekaligus filantropis Paul Polman di sela-sela forum tersebut mengatakan bahwa China akan mempertahankan keunggulannya dalam teknologi hijau di tahun-tahun mendatang, dan ekosistem keuangan serta budaya rintisan (startup) di Hong Kong akan membantu perusahaan-perusahaan menghadirkan teknologi-teknologi itu ke seluruh dunia.
"Dalam pengelolaan aset, bisnis modal, dan perdagangan, Hong Kong memiliki keunggulan kompetitif yang nyata dibandingkan tempat-tempat lain di kawasan ini," ujar Sjoerd Leenart, CEO Asia-Pasifik di J.P. Morgan, dalam KTT Bisnis Global (Global Business Summit) perdana forum tersebut pada Selasa.
Peran Hong Kong sebagai pintu gerbang ke pasar China Daratan "sangat penting," ujarnya, mengutip besarnya arus modal utara-selatan yang dimungkinkan oleh skema penghubung saham (stock connect) dan penghubung obligasi (bond connect).
Pemerintah Daerah Administratif Khusus (Special Administrative Region/SAR) Hong Kong ingin memperkuat pasar modal melalui berbagai upaya.
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































