Jakarta (ANTARA) - Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Rabu, melantik delapan periode 2026–2030 dari unsur pemangku kepentingan.
Berdasarkan struktur organisasi DEN, Presiden Prabowo menjabat sebagai Ketua DEN, dengan Gibran Rakabuming Raka sebagai Wakil Ketua DEN.
Keanggotaan DEN terdiri atas dua unsur, yakni unsur pemerintah dan unsur pemangku kepentingan.
Unsur pemerintah melibatkan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia yang juga mengemban tanggung jawab sebagai Ketua Harian DEN.
Tak hanya Menteri ESDM, anggota DEN dari unsur pemerintah juga meliputi Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.
Lebih lanjut, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Rachmat Pambudy, Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq, dan Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi.
Kemudian, terdapat delapan anggota lainnya yang berasal dari unsur pemangku kepentingan. Unsur pemangku kepentingan dibagi menjadi lima kalangan, yakni akademisi, industri, teknologi, lingkungan hidup, dan konsumen.
Sebanyak dua orang menjadi anggota DEN dari kalangan akademisi, dua orang dari industri, satu orang dari teknologi, satu orang dari lingkungan hidup, dan dua orang dari konsumen.
Berikut adalah profil dari delapan anggota DEN dari unsur pemangku kepentingan yang dikelompokkan berdasarkan kalangannya.
Akademisi
Untuk kalangan akademisi, terdapat dua orang yang dilantik menjadi anggota baru DEN, yakni Dr Ir Johni Jonatan Numberi dan Dr Mohamad Fadhil Hasan.
Johni Jonatan adalah akademisi kelahiran Sorong, Papua Barat Daya. Dalam kiprahnya, Johni menghadirkan perspektif pembangunan energi dari kawasan Indonesia Timur. Kini, ia merupakan Koordinator Wilayah Papua Persatuan Insinyur Indonesia periode 2024–2027 serta anggota pengurus Forum Dekan Teknik Indonesia periode 2023–2027.
Riset dan publikasi di bidang energi baru dan terbarukan memperkuat kompetensi akademik dan kepemimpinan dari akademisi kelahiran 1976 ini.
Lebih lanjut ialah Dr Mohamad Fadhil Hasan. Bila Johni berasal dari Timur, Mohamad Fadhil merupakan pakar ekonomi asal Bogor, Jawa Barat. Adapun keahlian yang ia miliki adalah ekonomi pertanian dan kebijakan pembangunan.
Dalam perjalanan akademisnya, Fadhil mengecap berbagai pelatihan profesional di berbagai lembaga ternama, salah satunya di Harvard Institute for International Development dan Economic Institute di Amerika Serikat, yang membentuk perspektif global dalam analisis ekonomi dan pertanian.
Pria kelahiran 1959 ini sempat menjadi tim ahli Wakil Presiden Ma’ruf Amin pada periode 2019–2021. Fadhil dikenal sebagai sosok yang menorehkan jejak dalam penguatan tata kelola ekonomi nasional, sektor keuangan, serta pembangunan industri berbasis sumber daya alam.
Kiprahnya sebagai pendiri dan Peneliti Senior di Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) sejak tahun 2020 juga memperkuat kapabilitasnya sebagai rujukan kebijakan dan pemikiran strategis di tingkat nasional maupun global.
Industri
Editor: Sapto Heru Purnomojoyo
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































