Presiden Kolombia Petro: Amerika Latin butuh persatuan, bukan rudal

1 week ago 3

Bogota (ANTARA) - Presiden Kolombia Gustavo Petro menegaskan Amerika Latin tidak membutuhkan rudal, melainkan persatuan, seraya mengkritik intervensi militer di kawasan dan menyerukan integrasi regional.

Hal itu disampaikan Petro pada pembukaan Forum Ekonomi Internasional Amerika Latin dan Karibia yang diselenggarakan Bank Pembangunan Amerika Latin dan Karibia (CAF) di Panama, Rabu (28/1).

Tanpa secara langsung menyebut Amerika Serikat, Petro merujuk pada serangan AS ke Venezuela awal bulan ini.

Dia juga mengatakan bahwa Kolombia tidak ingin Venezuela atau negara lainnya di Benua Amerika "menjadi sasaran rudal, baik dari utara maupun dari selatan."

"Bangsa-bangsa kita telah membentuk sejarah sedemikian rupa sehingga kita harus mulai melihat diri kita sebagai sebuah peradaban Amerika Latin dan Karibia — beragam, sangat berbeda, tetapi saling terhubung," kata Petro.

Baca juga: Petro akan temui Trump di tengah ancaman serangan Amerika Serikat

Menyoroti tantangan internasional, Petro menilai satu-satunya cara menghadapi ancaman global seperti perdagangan narkoba, krisis iklim, dan meningkatnya konflik adalah melalui integrasi kawasan.

Ia menegaskan bahwa kekuatan sejati Amerika Latin tidak berasal dari rudal atau uang.

"Kekayaan sejati ada pada kehidupan, alam, keberagaman budaya, dan upaya menawarkan alternatif damai kepada dunia, bukan perang," kata Petro.

"Apakah kita akan sepakat untuk terpecah belah dan terisolasi, atau membangun persatuan yang sejati?" katanya, menambahkan.

Forum itu juga dihadiri para presiden dari Brasil, Panama, Bolivia, Jamaika, Ekuador, dan Guatemala, serta Presiden Chile terpilih, Jose Antonio Kast.

Sumber: Anadolu

Baca juga: Warga Kolombia demo di depan Kedubes AS, protes penculikan Maduro
Baca juga: Venezuela bahas agresi AS dengan Brasil, Kolombia, Spanyol

Penerjemah: Kuntum Khaira Riswan
Editor: Anton Santoso
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |