Presiden Filipina ke India, suarakan prioritas ASEAN dalam KTT BRICS

1 week ago 13
Marcos akan menghadiri sesi terbuka KTT BRICS pada 13 September, di mana ia akan menyampaikan prioritas dan capaian keketuaan Filipina di ASEAN.

Manila (ANTARA) - Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. menghadiri KTT ke-18 BRICS di New Delhi, India, untuk menyuarakan prioritas ASEAN dalam hal perdamaian dan keamanan, pertumbuhan inklusif, dan ketahanan kawasan.

Pesawat yang membawa Presiden Marcos, Ibu Negara Liza Araneta-Marcos, dan sejumlah menteri Filipina tiba di Pangkalan Udara Palam di New Delhi pada Jumat pukul 11:50 malam waktu setempat, menurut pernyataan Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO).

Mengingat Filipina merupakan pemegang keketuaan ASEAN tahun ini, Marcos akan mewakili organisasi Asia Tenggara tersebut dalam KTT BRICS.

Ia juga hadir mewakili Filipina yang turut diundang menghadiri diskusi dan dialog dalam KTT BRICS meski bukan negara anggota.

Dengan tema “Building for Resilience, Innovation, Cooperation and Sustainability", KTT BRICS tahun ini diselenggarakan tepat 20 tahun sejak BRICS didirikan pada 2006.

Di samping Marcos, sejumlah pemimpin dunia lain yang hadir dalam KTT BRICS di New Delhi yaitu Presiden China Xi Jinping dan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Pemimpin ASEAN lainnya yang hadir yaitu Presiden Indonesia Prabowo Subianto sebagai anggota penuh BRICS, kemudian Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim dan PM Vietnam Le Minh Hung, yang negaranya merupakan negara mitra BRICS.

Marcos akan menghadiri sesi terbuka KTT BRICS pada 13 September, di mana ia akan menyampaikan prioritas dan capaian keketuaan Filipina di ASEAN serta membahas isu-isu mendesak yang berdampak pada negara dan ekonomi berkembang.

Di sela-sela KTT BRICS, Marcos akan bertemu PM India Narendra Modi untuk membahas penguatan hubungan India-Filipina melalui kerja sama pertahanan, perdagangan, kesehatan, kerja sama digital, pariwisata, konektivitas, dan hubungan antarmasyarakat.

Presiden Filipina juga akan mengadakan serangkaian pertemuan dengan pemimpin bisnis dan perusahaan India untuk mempromosikan peluang investasi dan ekspansi bisnis di Filipina, tepatnya di sektor infrastruktur, digitalisasi, teknologi informasi, farmasi, transportasi, dan logistik.

Sumber: PNA-OANA

Baca juga: Ekonom: RI perlu dorong BRICS investasi di proyek energi terbarukan

Baca juga: BRICS berkumpul di India saat isu global dipengaruhi perang AS-Iran

Penerjemah: Nabil Ihsan
Editor: Rini Utami
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |